Berita Banjarbaru

Kalselpedia : Alat Pemadam Busa Digunakan Pemadaman Api Karhutla di Kalsel

Fighter Pump Blower, adalah alat pemadam api gendong yang menggunakan jenis busa. Alat ini, populer digunakan di awal 2019

Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Komandan Satgas Karhutla Kalsel, yang juga Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor bersama Danrem, Kapolda dan Tenaga Ahli BNPB setempat mencoba alat pemadam pakai busa. 

Busa asli merupakan campuran dari dua bubuk dan air sehingga menghasilkan suatu generator busa. Hal itu disebut sebagai busa kimia (chemical powder) karena terdapat suatu reaksi kimia untuk membuatnya.

Umumnya, serbuk yang digunakan adalah natrium bikarbonat dan aluminium sulfat, dengan sejumlah kecil saponin atau liquorice ditambahkan untuk menstabilkan gelembung.

Alat pemadam busa portable menggunakan dua bahan kimia yang sama dalam larutan: untuk melakukankan pemadaman, dapat dilakukan dengan melepas pin pengaman dan membalikannya,sehingga memungkinkan cairan yang terdapat di dalamnya untuk bercampur dan bereaksi. Alat pemadam portable ini biasa disebut sebagai foam dua galon.

Busa Kimia merupakan suatu solusi yang stabil dalam pemadaman, gelembung kecil dalam busa tersebut mengandung karbon dioksida (CO2) dengan kepadatan lebih rendah daripada minyak atau air, dan sifatnya yang baik untuk menutupi permukaan datar.

Karena sifatnya lebih ringan dari cairan bahan bakar yang terbakar, sehingga dapat mengalir bebas di atas permukaan cair dan memadamkan api yang ada di atasnya.

Busa kimia (chemical foam) saat ini sudah dianggap ketinggalan jaman karena memerlukan banyak wadah untuk serbuknya, bahkan untuk kebakaran kecil sekalipun.

Pada tahun 1940 Percy Julian Lavonmengembangkan suatu tipe busa yang sudah di improvisasi disebut Aerofoam. Dengan menggunakan proses mekanis, konsentrat protein yang berbahan cair, dibuat dari protein kedelai, dan dicampur dengan air baik di proportioner atau nozel yang mengaerasi untuk membentuk gelembung udara dengan proses mengalir bebas.

Oleh karena rasio ekspansi dan kemudahan dalam penanganannya sehingga membuat bahan pemadam ini menjadi populer.

Busa protein mudah terkontaminasi oleh beberapa cairan yang mudah terbakar, sehingga harus berhati-hati dalam menggunakannya, oleh sebab itu busa hanya diterapkan di atas cairan yang terbakar.

Dasatgas Karhutla H Sahbirin Noor bersama Kapolda dan Danrem serta Tenaga Ahli BNPB mencoba alat pemadam api Semprot busa
Dasatgas Karhutla H Sahbirin Noor bersama Kapolda dan Danrem serta Tenaga Ahli BNPB mencoba alat pemadam api Semprot busa (Dari Mahfuz Media Center untuk BPost)

Busa Protein memiliki karakteristik pemadaman (knockdown) yang lambat, tetapi sangat ekonomis untuk kontrol paska kebakaran.

Baca: Liverpool Kokoh di Puncak Klasmen Liga Inggris, Pesta 3 Gol ke Gawang Burnley

Baca: Mental Juara Si Nyonya Tua, Skor Akhir Juventus vs Napoli 4-3

Pada tahun 1960 National Foam, Inc mengembangkan busa fluoroprotein. Bahan aktifnya adalah afluorinated surfaktan yang mengandung pelindung berbahan minyak yang berfungsi untuk mencegah terjadinya kontaminasi.

Hal ini pada umumnya bersifat lebih baik daripada busa protein karena kemampuannya dalam menyelimuti permukaan yang terbakar lebih lama sehingga memberikan safety yang lebih baik terutama jika akan dilakukan tindakan penyelamatan oleh tim resque selanjutnya. Busa Fluoroprotein juga memiliki karakteristik knockdown yang lebih cepat. (banjarmasinpost.co.id /nurholis huda)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved