Berita Banjarmasin

Dinsos Provinsi Rangkul Baznas Kalsel Entaskan Kemiskinan di Banua, Ini Alasannya

Dinas Sosial Provinsi yang dipimpin isteri Gubernur Hj Raudhatul Jannah Sahbirin mendatangi kantor Baznas Kalsel

Dinsos Provinsi Rangkul Baznas Kalsel Entaskan Kemiskinan di Banua, Ini Alasannya
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar.
Isteri Gubernur Kalsel, Hj Radhautul Jannah menyerahkan MoU kesepakatan kerjasama Ketua Baznas Kalsel, Pangeran HG Rusdi Effendi AR. 

BANJARMASIN POST.CO.ID - Program kegiatan Dinas Sosial Provinsi Kalsel hampir mirip dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalsel dalam menanggulangi kemiskinan di banua.

Kesamaan program itulah, Dinas Sosial Provinsi Kalsel yang dipimpin isteri Gubernur Hj Raudhatul Jannah Sahbirin didampingi Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Diah Nuryani, Kabid Fakir Miskin Gusnanda, Kasi PFM Desa Syarif, Kasi PFM Kota Nisa dan Kasi PFM Pesisir Bahri mendatangi Kantor Baznas Kalsel di area Masjid Raya Banjarmasin untuk melaksanakan kerjasama, Rabu (2/9/2019).

Kedatangan isteri Gubernur diterima Ketua Baznas Kalsel, Pangeran HG Rusdi Efeendi AR didampingi Wakil Ketua Bidang Kesekretaritan SDM dan Umum Asmaji Darmawi, Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan H Irhamsyah Safari, Sekretaris Baznas H Ahmad Rafi'ie dan Kepala Pelaksana, A Nikhrawi Hamdie.

Raudhatul Jannah mengungkapkan, selama ini Dinas Sosial Provinsi Kalsel telah melakukan berbagai kegiatan sosial seperti kekuarga miskin, putus sekolah, pembinaan terhadap gelanda dan pengemis, program rumah sehat layak huni dan lain-lainnya.

Baca: Terpuruk Ahmad Dhani Buat Mulan Jameela Minta Doa Ustadz Abdul Somad, Kabar Eks Maia Estianty

Baca: 2 Hektare Kebun Karet Terbakar Warga Desa Biih Kabupaten Banjar Padamkan Api Pakai Batang Pisang

Baca: Hendak Diberi Makan, Anjing Milinois Belgia Milik Majikan Terkam Pembantu Wanita Hingga Tewas

Baca: Setelah Menikah, Putri Aura Nyaman Ditemani Sosok Ini saat Nyanyi

"Kedalanya, semua kegiatan tersebut didanai pemerintah pusat maupun provinsi. Dananya sangat terbatas dan harus sesuai dengan aturan serta data yang ada," ungkapnya.

Ditambahkan dia, mereka yang mendapat bantuan itu datanya setahun lalu dan proposalnya menunggu setahunpula.

"Data itu bisa berubah dan ada temuan-temuan baru yang memang layak mendapat bantuan dan itu hanya bisa dilakukan pihak ketiga," katanya.

Pihak ketiga yang paling tepat tersebut, lanjut dia, diantaranya adalah Baznas Provinsi Kalsel yang memiliki visi, misi dan program yang hampir sama dengan Dinas Sosial Provinsi Kalsel.

Misalnya, pihaknya melakukan pelatihan keterampilan menjahit terhadap keluarga miskin.

"Kami membantu memberi mesin jahit, tapi mesin obrasnya tidak bisa. Nanti, kita harapkan Baznas yang membelikan mesin obrasnya," ungkapnya

Halaman
123
Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved