KalselPedia

KalselPedia: Ritual Batajak Rumah Masyarakat Kalsel

RITUAL Batajak (menancap) rumah yang baru dibangun merupakan adat warga Kalsel, hingga saat ini ritual ini masih tetap dilakukan.

KalselPedia: Ritual Batajak Rumah Masyarakat Kalsel
banjarmasinpost.co.id/jumadi
RITUAL Batajak (menancap) rumah yang baru dibangun merupakan adat warga Kalsel, hingga saat ini ritual ini masih tetap dilakukan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KalselPedia - RITUAL Batajak (menancap) rumah yang baru dibangun merupakan adat warga Kalsel, hingga saat ini ritual ini masih tetap dilakukan.

Semula, warga menyebutnya sebagai tradisi Banjar.

Namun ternyata, ritual seperti ini dilakukan penduduk asli Kalsel.

Bahkan warga pendatang yang sudah lama tinggal di Kalsel, dan ingin membangun rumah, turut melakukan tradisi itu.

Dengan melakukan ritual, maka diharapkan orang yang menempati runah, atau pemilik rumah menjadi betah, dingin, selamat dan panjang umur.

Dalam selamatan yang cukup sederhana itu, pemilik rumah hanya mengundang sebagian warga sekitar atau tetangga.

Rumah dalam arti umum, berupa bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu.

Rumah bisa menjadi tempat tinggal manusia maupun hewan, namun tempat tinggal.

Baca: KalselPedia: Nama-nama faskes di Kalsel yang Bekerjasama dengan BPJS

Baca: KalselPedia: Rumah Banjar Bubungan Tinggi di Desa Habirau Daha Selatan

Baca: KalselPedia : Jumlah SMP di Kecamatan Simpang Empat Tanahbumbu

Baca: KalselPedia : Bus Wisata Dishub Banjarbaru Disukai Masyarakat Bisa Kunjungi Lokasi Wisata Lagi

Dalam arti khusus, rumah mengacu pada konsep-konsep sosial-kemasyarakatan yang terjalin di dalam bangunan tempat tinggal, seperti keluarga, tempat bertumbuh, makan, tidur, beraktivitas, dan lain-lain.

Sebagai bangunan, rumah berbentuk ruangan yang dibatasi oleh dinding dan atap, biasanya memiliki jalan masuk berupa pintu, bisa berjendela ataupun tidak.

Dalam kegiatan sehari-hari, orang biasanya berada di luar rumah untuk bekerja, atau melakukan aktivitas lain, tetapi paling sedikit rumah berfungsi sebagai tempat tinggal bagi keluarga ataupun perorangan.

Selebihnya, rumah juga digunakan sebagai tempat beraktivitas antara anggota keluarga atau teman, baik di dalam maupun di luar rumah pekarangan.

Kemudian sebagai tempat untuk menikmati kehidupan yang nyaman, tempat untuk beristirahat, tempat berkumpulnya keluarga, dan tempat untuk menunjukkan tingkat sosial dalam masyarakat.

Berbagai aspek ritual dalam proses pembangunan rumah dalam tradisi Banjar, terdapat berbagai aspek yang harus dipersiapkan dan kemudian dikerjakan, baik bersifat individual yang dikerjakan oleh orang yang ingin membangun rumah atau pun dikerjakan secara bergotong royong.

(banjarmasinpost.co.id/jumadi)

Penulis: Jumadi
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved