Breaking News:

Berita Banjarmasin

Meski Orderan Fiktif, Pengendara Ojol Terima Bayaran non Tunai

Santer beredar puluhan ojek online (ojol) di Kota Banjarmasin Kalsel Senin (2/9/2019) siang tadi mendapatkan pesanan fiktif oleh seorang pelanggannya.

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/jumadi
Beberapa orang penyedia jasa Gojek maupun Grab di Banjarmasin, diduga menjadi korban penipuan orang yang tidak bertanggung jawab. Tampak mereka sedang berkumpul di Jalan Veteran Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Santer beredar puluhan ojek online (ojol) di Kota Banjarmasin Kalsel Senin (2/9/2019) siang tadi mendapatkan pesanan fiktif oleh seorang pelanggannya.

Hal tersebut hingga kini masih menjadi tanda tanya bagi sejumlah penyedia jasa antar orang dan barang tersebut.

Bagaimana tidak, meski secara material mereka tak dirugikan secara langsung, namun atas kejadian tersebut muncul berbagai pertanyaan dari para ojol terhadap pelaku.

Mardi misalnya, selain ingin meluruskan santer beredar terkait para rekannya dikabarkan menjadi korban pemesanan fiktif, ia juga menyayangkan ulah oknum tersebut.

Baca: Mirip Ariel NOAH Mantan Kekasih Luna Maya, Sosok Pria yang Dikenalkan Raffi Ahmad Tipu Inka Christie

Baca: Ancaman Lepas Perawan Rame-rame Diterima Inul Daratista dari Sang Produser di Awal Karier

Baca: Masa Kelam Ammar Zoni Diungkit Suami Irish Bella di Hadapan Ustadz Abdul Somad, Ini Harapnya

Baca: Nama Panggilan Baru Luna Maya Setelah Ultah, Nama Pria Idamannya Terpampang, Ariel NOAH?

Pasalnya, selain telah membuang-buang waktu para temannya bekerja juga berisiko terhadap keamanan dan performa akun pelaku ojol yang telah menerima pesanan.

"Ya kan siapa tahu, dengan ulah dia (pelaku) seperti ini bermaksud ingin menghack atau menurunkan performa kawan-kawan yang sudah serius memberikan pelayanan, justru dilaporkan sebaliknya performa buruk," jelas Mardi.

Meskipun bila berbincang tentang kerugian materiil sedikit pun pihaknya tidak ada.

Justru si pemesan jasa antar fiktif sebelum meminta antarkan barangnya membayarkan sejumlah uang.

Uang tersebut, tambah Mardi oknum itu bayarkan dengan cara non tunai.

Ada sekitar 20 ojol yang menerima bayaran serupa, meskipun nilainya bervariasi kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 8 ribu.

"Makanya, kami sendiri masih heran sampai ini, apa maksud si pemesan fiktif tersebut," ungkap Mardi, seorang ojol itu.

(banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved