Berita Tabalong

Tetapkan KLB Kasus Keracunan Massal di PT SIS, Dinkes Tabalong Akan Panggil Pengusaha Katering

Dinkes Tabalong menetapkan keracunan massal yang terjadi di PT SIS sebagai KLB. Dinkes bakal memanggil pengusaha katering

Tetapkan KLB Kasus Keracunan Massal di PT SIS, Dinkes Tabalong Akan Panggil Pengusaha Katering
Istimewa
Polres Tabalong terus melakukan pengumpulan data untuk kasus dugaan keracunan massal yang dialami oleh PT SIS Tabalong 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TAN JUNG – Dinas Kesehatan Tabalong menetapkan dugaan keracunan massal yang terjadi di PT SIS menjadi kasus yang luar biasa (KLB), karena jumlahnya yang mencapai 119 karyawan.

Terkait dengan peristiwa tersebut, saat ini Dinas Kesehatan tengah menunggu hasil dari laboratorium atas sample yang telah dikirimkan.

 Kepala Dinas Kesehatan Taufiqurrahman mengatakan dengan adanya kejadian ini pihaknya akan mengumpulkan pengusaha catering yang ada di Kabupaten Tabalong khususnya yang bekerjasama dengan perusahaan pertambangan.

 Di Dinas Kesehatan sendiri sebenarnya memiliki kegiatan sosialisasi untuk para pengusahan makanan atau catering dengan memberikan pemahaman tentang kelayakan makanan.

Baca: Ngampus di banjarbaru, Nisa Kini Lebih Suka Naik BRT, Begini Alasannya

Baca: Diserahkan ke Jokowi, Ini Alasan Pansel Loloskan Irjen Firli, Capim yang Ditolak 500 Pegawai KPK

Baca: Saingi Pengantin Roger Danuarta dan Cut Meyriska Saat Hadir di Acara Kondangan

Baca: Sisakan Waktu 4 Bulan, Pelebaran Jalan Trans Kalimatan Batola Terkendala Tiang Listrik

Pengolahan makanan yang kurang tepat baik dalam proses penyimpanan atau pencampuran bahan bisa saja menimbulkan bakteri yang menyebabkan dampak buruk bagi tubuh saat dimakan.

 Perusahan catering sebelum mengajukan mendirikan badan usaha sebenarnya ada tahap pengetesan kelayakan makanan baik dari tempat dan kebersihan dan jika lolos akan mendapatkan sertifikat kelayakan.

 “Dengan adanya sertifikat itu maka akan dilakukan pendataan dan pengecekan secara berkala tentang kondisi catering itu sendiri,” ujarnya. Dan dalam waktu dekat rencanaya Dinas Kesehatan akan mengumpulkan pengusaha catering untuk kembali melakukan penerapan sertifikat kelayakan pengolahan makanan itu.

 Sementara ini memang sudah ada namun hanya beberapa yang memang datang untuk meminta, kali ini Dinas Kesehatan akan jemput bola dengan memanggil.

Baca: Kedua Suporter Bentrok Jelang Akhir Laga Persik Kediri Vs PSIM Yogyakarta, Beberapa Penonton Luka

Baca: Iuran BPJS Naik, Komisi IV DPRD Kalsel Minta Disesuaikan Keadaan Ekonomi Peserta JKN-KIS

Baca: Jadwal Film Hollywood Tayang Bulan September, Ada IT : Chapter 2, Rambo, Hingga Hustlers

“Kami akan bekerjasama degan pihak perusahaan meminta daftar mana saja yang bekerjasama dalam penyajian makanan,” ujarnya.

 Bukan hanya dari pihak perusahaan catering yang berada di masyarakat juga diharapkan bisa ikut dalam program ini termasuk usaha makanan dan PIRT. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved