Berita Tanahlaut

Cegah Napi Terserang DBD, Dinkes Fogging Rutan Pelaihari

Mencegah serangan dbd kepada napi, Rutan Pelaihari bekejasama dengan Dinkes Tanahlaut melakukan foging di rutan setempat

Cegah Napi Terserang DBD, Dinkes Fogging Rutan Pelaihari
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Petugas Dinas Kesehatan Tanahlaut melakukan fogging di Rutan Klas IIB Pelaihari 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari melakukan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Tanahlaut, Senin (2/9/2019) kemarin.

Kerja sama yang dimaksud yakni mengambil tindakan preventif dalam menanggulangi wabah penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD).

Upaya pencegahan itu diwujudkan melalui pengasapan (fogging) pada beberapa titik ruangan perkantoran Rutan, blok-blok kamar hunian Warga Binaan ditambah seputaran tembok kerja ditambah dan rumah dinas Rutan.

Di tengah maraknya penyakit demam berdarah yang saat ini mulai melanda diberbagai daerah, Pemerintah Daerah Tanahlaut melalui Dinas Kesehatan melakukan fogging di Rutan Klas IIB Pelaihari.

Baca: Ini beberapa dari 20 jargon yang akan melekat pada kota Banjarmasin

Baca: Jadwal Siaran Langsung Mola TV Kualifikasi Euro 2020 Ada Jerman vs Belanda Tengah Pekan Ini

Baca: Tersedia Banyak Wahan Permainan, Taman Harapan di Tapin Ramai Diserbu Anak-anak

Baca: Keutamaan Puasa Muharram & Bacaan Niat Puasa Tasua & Puasa Asyura, Ini Jadwalnya di Tahun Baru Islam

Menurut Karutan Pelaihari, Budi Suharto, fogging ini atas permintaan pihaknya kepada Pemerintah Daerah Tanahlaut yakni Dinas Kesehatan. Dalam rangka pencegahan serta pemberantasan penyakit Deman Berdarah (DBD) yang saat ini mulai mewabah.

Kegiatan fogging dilakukan diseluruh lingkungan Rutan, baik itu di granggang, dalam blok hunian napi dan tahanan, bengkel kerja serta gedung perkantoran sehingga tidak ada satupun tempat yang luput dari fogging.

Dinas Kesehatan Tanahlaut melalui Kabid Pemberantasan Penyakit, Antonius Jaka mengatakan bahwa pihaknya harus mengambil langkah cepat dalam rangka pencegahan penyakit DBD yang menular dan membahayakan bagi masyarakat".

"Langkah cepat mencegah wabah DBD harus dilaksanakan,apa lagi setelah kita dengar ada korban dari warga binaan yang kemarin terserang DBD dan meninggal di Rumah Sakit, sekarang kita lakukan pencegahan sebelum ada korban lain lagi,” tegas Antonius.

Menurut Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Klas IIB Pelaihari, Muhammad Fahrurrazi pihaknya mengambil langkah cepat dalam rangka mencegah penyakit DBD terus berkembang dan membahayakan bagi Warga Binaan.

Baca: PDAM Intan Banjar Cuma Sampai Aluhaluh Besar, 18 Desa di Kecamatan Aluhaluh Kesulitan Air Bersih

Baca: Lihat Polisi Gelar Operasi Patuh Intan 2019, Banyak Pengendara di Kotabaru Putarbalik

Baca: Jadwal Siaran Langsung UFC 242 Khabib Nurmagomedov vs Dustin Poirier, Cek Live Streaming ESPN

Oleh karena itu pihak Rutan melakukan koordinasi ke Dinas Kesehatan dan meminta dilakukan penyemprotan fogging.

Menurut Muhammad Fahrurrazi, hal ini dilakukan sebagai kewajiban Rutan Pelaihari sebagai tempat Pembinaan dan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para warga binaan satu di antaranya adalah pelayanan kesehatan. (Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved