Obat Tradisional Dayak dan Khasiatnya

Mirip Bajakah, Akar Kuning Kalimantan Dipercaya Berkhasiat Sembuhkan Penyakit Kuning dan Malaria

Akar kuning, merupakan salah satu tumbuhan berupa akar sama saja seperti Bajakah, yang dipercaya orang bisa dijadikan obat.

Mirip Bajakah, Akar Kuning Kalimantan Dipercaya Berkhasiat Sembuhkan Penyakit Kuning dan Malaria
Dari balitbang, Pemko Palangkaraya untuk BPost
Akar kuning, obat penyakit lever. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA -  Bagi sebagian warga Kalimantan Tengah sejak dahulu berobat selain mengandalkan dokter, juga masih memakai tradisi lama yakni menggunakan tumbuhan atau obat tradisional dengan mengambil tanaman akar-akaran yang hidup di hutan Kalimantan Tengah. 

Penggunaan obat-obatan tradisional dengan memakai tanaman berkhasiat dari hutan kalimantan ini, memang sudah dilakukan secara turun-temurun sehingga sampai saat inipun, masih banyak warga setempat menggunakan tradisi dadi nenek moyang dahulu. 

Akar kuning, merupakan salah satu tumbuhan berupa akar sama saja seperti Bajakah, yang dipercaya orang bisa dijadikan obat.

Akar kuning dayak atau akar kuning Kalimantan ini , berkhasiat untuk pengobatan penyakit yang berhubungan dengan gangguan fungsi hati seperti liver, sirosis hepatis, hepatitis, dan penyakit gangguan fungsi hati lainnya. 

Baca: Sosok Mahasiswa S2 ITB Muhtar Amin Tewas Bunuh Diri, IPK Nyaris 4, Kecerdasan Diakui Wakil Rektor

Baca: KaltengPedia : Sungai Kahayan Jadi Jalur Pengiriman Barang dan Sembako dari Kalsel ke Kalteng

Baca: Kulit Kayu Halaban Dipercaya untuk Sembuhkan Panyakit Amandel

Baca: Kebutuhan Air Sehari 86 Ton, RS Andi Abdurrahman Noor Tanahbumbu Alami Krisis Air Bersih

Tanaman ini, masih banyak tumbuh di hutan lahan gambut borneo, juga masuk dalam kelas mirip dengan akar bajakah, namun tanaman ini warnanya agaj kuning.Akar kuning sudah terkenal sejak dulu di Indonesia sebagai salah satu bahan obat tradisional herbal.

Akar Kuning, untuk mengobati berbagai macam penyakit, khususnya penyakit gangguan fungsi hati. Akar kuning memiliki berbagai macam nama latin seperti Fibraurea tinctoria, Coscinium fenestratum, dan Fibraurea chloroleuca , walau berbeda secara jenis, khasiatnya sama.

Salah seorang warga Mentaya Seberang, Sampit, Kecamatan Seranau, Haitami, mengakui dia dan keluarganya sejak lama menggunakan akar kuning sebagai obat penyakit lever atau penyakit kuning.

Baca: Sempat Dikira Punah, Terekam Video Badak Kalimantan Bermain di Habitat Aslinya di Mahakam Ulu Kaltim

Baca: Tolak PSPS Riau dan PSBS BIak, Mario Aibekob Cetak Gol Perdana Martapura FC

Baca: Iuran BPJS Kesehatan Naik, Begini Upaya yang Dilakukan Pemkab Banjar

"Akar kuning sejak lama dipakai untuk sakit lever, sangat berkhasiat untuk sakit lever," ujarnya.

Akar kuning juga pernah diteliti oleh peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB), kandungan senayawa aktif alami dari akar kuning adalah senyawa alkaloid yang berfungsi sebagai anti malaria, salah satu dari karakteristik akar kuning terdapat senyawa aktif alkaloid adalah rasanya yang pahit. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved