Sains

Pohon Jati Platinum Hasil Mutasi Sinar Gamma Telah Hadir, Umur 5 Tahun Sudah Bisa Dimanfaatkan

Pohon jati dikenal sebagai pohon penghasil kayu bermutu tinggi, dengan berbagai macam hasil olahan seperti kursi, lemari atau bahan bangunan

Pohon Jati Platinum Hasil Mutasi Sinar Gamma Telah Hadir, Umur 5 Tahun Sudah Bisa Dimanfaatkan
(DOK.LIPI)
Jati platinum 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pohon jati bermutu tinggi hasil rekayasa genetika telah ditemukan dan akan dikembangkan di Indonesia.

Dilansir dari Kompas.com, Lembaga Ilmi Penelitian Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah menghasilkan kayu platinum jati atau pohon jati platinum. Pohon ini dihasilkan oleh mutation breeding menggunakan sinar gamma.

Pohon jati dikenal sebagai pohon penghasil kayu bermutu tinggi, dengan berbagai macam hasil olahan seperti kursi, lemari atau bahan bangunan. Hampir setiap bagian pohon jati dapat dimanfaatkan.

Dalam hal inilah, LIPI bekerjasama dengan BATAN telah berhasil menghasilkan pohon kayu Jati yang platinum. Hal ini dijelaskan oleh Peneliti Ahli Madya, Kepala Laboratorium Biak Sel dan Jaringan Tumbuhan, Pusat Penelitian Biologi, LIPI, Dr Ir Witjaksono MSc, Selasa (10/9/2019).

"Jati Platinum merupakan hasil dari mutasi radiasi sinar gamma yang tidak termasuk rekayasa genetika, tetapi masuk dalam kategori mutation breeding atau pemuliaan tanaman konvensional," kata Witjaksono.

Baca: Romahurmuziy Didakwa Terima Suap Rp 91,4 Juta dari Eks Kepala Kantor Kemenag

Berikut ini mekanisme perubahan genetik atau hasil dari mutasi yang disebut mutan.

Sinar gamma mutan ditembakkan ke tunas jati, mengenai sel-sel meristem atau titik tumbuh, sehingga kromoson lebih tepatnya DNA dalam sel-sel titik tumbuh mengalami perubahan.

Molekul DNA bisa mengalami perubahan, berupa hilang satu basa, hilang beberapa urutan basa, urutan basa tertukar, dan sebagainya.

"Serta, perubahan ini menimbulkan perubahan sifat dari tanaman mutannya, misal tahan kering, daun lebih hijau, dan daun lebih tegak-kurang tegak," ujar Witjaksono.

Secara alami, mutan alami juga terjadi. Misalnya kehilangan klorofil sehingga menjadi variegata, menjadi kerdil, dan berbunga lebih cepat. Tetapi sifat-sifat ini sulit atau bahkan tidak dapat diprediksi apalagi direncanakan.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved