Berita Kotabaru

40 Persen Pelanggar Operasi Patuh Intan di Kotabaru adalah Anak di Bawah Umur

Operasi Patuh Intan 2019 telah selesai dilaksanakan dari 29 Agustus sampai dengan 11 September 2019.

40 Persen Pelanggar Operasi Patuh Intan di Kotabaru adalah Anak di Bawah Umur
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Kasat Lantas Polres Kotabaru AKP Lendra Ambarsari SIK 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Operasi Patuh Intan 2019 telah selesai dilaksanakan dari 29 Agustus sampai dengan 11 September 2019.

Selama operasi itu, cukup banyak pelanggar yang ditindak jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Kotabaru.

Selama operasi patuh itu masih banyak anak pelajar yang belum seharusnya mengendarai sepeda motor yang ditindak.

Di Kotabaru masih terlihat cukup banyak anak di bawah umur yang mengendarai sepeda motor.

Kasatlantas Polres Kotabaru, AKP Lendra Ambarsari SIK, Jumat (13/9/19), mengakui, masih banyaknya anak di bawah umur yang terkena tindakan berupa tilang.

Baca: Ulah Adik Syahrini, Aisyahrani yang Sempat Bocorkan Rahasia Istri Reino Barack Selain Foto Syur

Baca: Cantiknya Cucu Almarhum BJ Habibie, Begini Tampilan Modis Farrah Habibie & Keseharian, Mirip Artis!

Baca: Wakil Pimpinan KPK Mundur, Begini Isi Surat Elektronik Pemohonan Maaf Saut Situmorang

Baca: Pamer ke Luar Negeri Terus, Syahrini yang Kini Jadi Istri Reino Barack Ungkap Alasannya

Mereka tak seharusnya mengendarai sepeda motor namun dibiarkan orangtuanya.

"Selama operasi ini, sekitar 40 persen yang terjaring razia Operasi Patuh Intan 2019 adalah anak-anak di bawah umur, " kata AKP Lendra.

Dia menyebutkan, selama operasi patuh, jajarannya menindak 415 pelanggaran yang berujung tilang.

Sementara ada sebanyak 191 teguran.

Pelanggaran yang banyak ditindak di antaranya tidak memiliki SIM, helm, dan surat menyurat.

Selain itu pelanggaran lain seperti melawan arus dan kelengkapan kendaraan yang kurang seperti spion dan kelengkapan lainnya yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas juga ditindak.

"Operasi Patuh telah selesai dilaksanakan, namun berakhirnya operasi bukan brarti tak ada razia lagi. Tentu masih akan ada razia-razia yang dilaksanakan untuk penertiban dan upaya meminimalisir tingkat kecelakaan lalu lintas," katanya.

Lendra tetap mengingatkan kepada masyarakat untuk tertib dan patuh pada aturan lalu lintas demi keselamatan sendiri dan orang lain.

Bukan hanya saat ada operasi, melainkan selalu membudayakan tertib dalam berlalu lintas.

Sementara untuk pengendara anak di bawah umur masih tetap menjadi taget Satlantas.

Mereka tak akan berikan ampun bagi anak-anak di bawah umur, pelajar SD dan SMP bila kedapatan di jalan raya.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved