Berita Kotabaru

DPRD Kotabaru Sidak Embung Tirawan, Sikapi Kemarau Krisis Air

Saat ini Kabupaten Kotabaru sedang krisis air di musim kemarau yang sekarang melanda. Kekeringan air selalu terjadi tiap tahunnya

DPRD Kotabaru Sidak Embung Tirawan, Sikapi Kemarau Krisis Air
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
DPRD Kotabaru Sidk Embung Tirawan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Saat ini Kabupaten Kotabaru sedang krisis air di musim kemarau yang sekarang melanda.

Kekeringan air selalu terjadi tiap tahunnya dan belum ada solusi yang tepat.

Melihat keadaan tersebut, Ketua DPRD Definitif Kotabaru Syairi Mukhlis beserta sejumlah anggota dewan lainnya melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Embung Tirawan Kotabaru.

Sidak tersebut dilaksanakan pada Kamis (12/9/19) sore.

Melihat keadaan embung yang sudah hampir kering dan tak mengalir lagi, jajarannya berupaya melakukan tindakan cepat untuk penanganan jangka pendek dan jangka panjang.

Baca: Daftar Pengorbanan Mulan Jameela Saat Manajemen Artis RCM Milik Ahmad Dhani Dikabarkan Bangkrut

Baca: Kisah Fans Iwan Fals Asal Banjarmasin yang Akhirnya Bertemu Langsung sang Idola, Begini Perasaannya

Baca: Sinyal Luna Maya dan Faisal Nasimuddin Saat di New York, Berujung di Tempat Keluarga Reino Barack

Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis kepada Banjarmasinpost mengatakan, Kotabaru memiliki sejumlah embung namun saat musim kemarau melanda, semuanya hampir kering.

Keadaan seperti itu menjadi PR baginya bersama dengan pihak eksekutif.

"Sebenarnya percuma kalau embung banyak tapi tetap kering saat kemarau. Kita perlu tempat lain yang lebih besar daya tampungnya dan cukup untuk musim kemarau," katanya.

Saat ini dia juga telah berkoordinasi dengan Bupati Kotabaru H Sayed Jafar.

Mereka akan berupaya menangani krisis air ini baik jangka pendek dan jangka panjangnya.

"Kami dengar di daerah Seratak, Kecamatan Pulau Laut Timur, ada sumber air yang melimpah. Nah itu belum kami cek, rencananya kami bersama pa Bupati akan cek. Kita pikirkan sumber air yang cukup saat musim kemarau, lebih baik kita keluarkan dana banyak tapi mampu mengatasi krisis air daripada membuat embung-embung yang daya tampungnya sedikit dan tak mampu mengatasi krisis air saat kemarau," katanya.

Bila di Seratak itu mampu menahan air banyak maka nantinya bisa digunakan untuk dua fungsi.

Satu untuk kebutuhan air sehari-hari dn fungsi lainnya bisa mengairi persawahan petani.

Sementara ini, untuk jangka pendeknya sudah ada beberapa pihak yang memiliki mobil tangki air yang mulai bergerak seperti SJA TBK dan BKW yang mulai menyuplai air bersih kepada masyarakat.
Sementara nanti juga akan melibatkan PDAM, BPBD dan pihak lain.

"Tapi tentunya akan ada biaya operasional untuk menyuplai air bersih itu. Kita akan bahas itu nanti, " katanya.

Usai sidak ke Embung Tirawan, tim kembali sidak ke Islamic Centre yang saat ini sedang direhab untuk acara MTQ pada November mendatang.

Saat ini masih ada pekerjaan dan kontraknya hingga 1 Oktober.

Pihak pelaksana yakin dan optimistis selesai sebelum pelaksanaan MTQ.

Sementara DPRD Kotabaru saat itu menegaskan kepada kontraktor agar bangunan tersebut selesai sebelum pelaksanaan MTQ.

Sehingga tempat tersebut bisa digunakan saat acara MTQ tingkat Provinsi Kalsel berlangsung.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved