Berita Kabupaten Banjar

Progres Jembatan Sungai lulut tidak ada masalah tinggal nego pemilik lahan

Proses pembangunan jembatan Sungai Lulut yang menghubungkan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar terus berlanjut.

Progres Jembatan Sungai lulut tidak ada masalah tinggal nego pemilik lahan
banjarmasinpost.co.id/nurholishuda
Peninjauan Rekayasa Lalul intas di Jembatan Sungai Lulut Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Proses pembangunan jembatan Sungai Lulut yang menghubungkan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar terus berlanjut. Kabar terkini, tinggal melaksanakan nego saja terhadap pemilik lahan yang terdampak setelah didapatkan nilai dari apresal.

"Saat ini draft hasil pemetaan BPN sudah ada, pihak-pihak yang berhak sudah menyetujui dan sepakat dengan luas tanah dan bangunan yang dibebaskan berdasarkan hasil pengukuran BPN yang batas-batasnya ditunjuk sendiri oleh Pihak yang berhak," ucap Kabid Binamarga Dinas PUPR Kabupaten Banjar, M. Solhan, Senin (16/9).

Dia mengatakan surat pernyataan kesepakatan telah ditanda tangani dihadapan para saksi sekcam, lurah, ketua tim pelaksana pengadaan tanah dan tim sekretariat pengadaan tanah pada hari Senin tgl 9 September 2019 tadi.

"Artinya saat ini sudah tahap finalisasi di apresal ( tim penilai ), setelah selesai penanda tanganan kesepakatan luasan yang dibebaskan dengan warga, alhamdulillah tidak ada masalah sampai sekarang selanjutnya tinggal melaksanakan nego saja terhadap pemilik lahan yang terdampak setelah didapatkan nilai dari apresal," katanya.

Baca: Tuntutan Tak Dipenuhi PT AAL, Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Ancam akan Lakukan ini

Baca: Pascaoperasi Patuh Intan, Banyak Warga yang Mengurus Dokumen Penting ini

Perlu diketahui yang terpenting, jembatan baru tidak boleh mematikan akses sungai. Karena dibangun melengkung. Menyisakan rongga cukup tinggi. Sehingga bisa dilewati perahu.

Mendengar Jembatan Sungai Lulut memang bagi warga Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin tentu sudah tak asing. Terlebih bagi yang bermukim tidak jauh dari lokasi itu, Jembatan Sungai Lulut merupakan satu-satunya akses terdekat yang dianggap penduduk sebagai penghubung dua kabupaten dan kota.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved