Kisah Tari Topeng Basirih

Sebelum Penari Topeng Basirih Tampil, Keluarga di Banyiur Banjarmasin Ini Siapkan 41 Jenis Wadai

Sebelum memulai Tari Topeng Basirih ternyata banyak ritual yang harus dilakukan pihak keluarga di Banyiur, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sebelum Penari Topeng Basirih Tampil, Keluarga di Banyiur Banjarmasin Ini Siapkan 41 Jenis Wadai
banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Topeng dan persiapan lainnya termasuk 41 jenis wadai sebelum Tari Topeng Basirih tampil. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Sebelum memulai Tari Topeng  Basirih ternyata banyak ritual yang harus dilakukan pihak keluarga di Banyiur, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Seperti rapat keluarga, lalu bekumpulan uang untuk melaksanakan acaranya. Uang itu digunakan untuk menyiapkan kue-kue 41 macam dan banyak makanan lainnya.

Seorang penari topeng M Haditya S.Pd mengatakan, keluarga juga untuk menyiapkan alat musik untuk dimainkan saat acara),.

"Mereka pun juga mengundang semua keluarga untuk berkumpul dan melaksanakan acara tari topengnya," ujarnya.

Baca: Tari Topeng Basirih Digelar Satu Tahun Sekali di Banyiur Banjarmasin Juga Sebagai Sarana Pengobatan

Pada acara ini, lanjut Haditya,  pihaknya juga harus menyiapkan tajau atau tempat air yang besar yang di isi air dan kembang bunga bunga yang nantinya digunakan sebagai sarana betatamba

"Acara tari topeng bisa dimulai jika semua sarna tadi bisa disiapkan. Sebelum memulai, pemimpin keluarga atau pemimpin tari topeng melakukan perizinan dulu (minta izin). Kalau tidak salah izinnya mesti melabuhkan wajik ke sungai yang ada di tempat kami," papar penari yang juga berprofesi sebagai guru mata bidang studi Matematika yang mengajar di SMK Muhammadiyah 1 dan SMAN 10 Banjarmasin ini.

Tradisi Keluarga

Kota Banjarmasin ternyata memiliki seni tradisional yakni Tari Topeng Basirih/Banyiur. Kesenian yang bertumbuh kembang secara turun temurun ini berada di wilayah Banyiur, Kota Banjarmasin .

Tak hanya unsur tarian menggunakan topeng ternyata tarian ini juga sebagai sarana mengumpulkan keluarga dan untuk betetamba (pengobatan, Red)

M Haditya S.Pd (24) seorang penari topeng dan merupakan anak Basrin pemimpin acara betopengan (tari topeng), mengungkapkan Tari Topeng Basirih yang ada di Banyiur Banjarmasin adalah acara besar keluarga atau tradisi 1 tahun sekali yang dilaksanakan oleh keluarga besar Datu H Ujang (alm).

Tradisi ini diteruskan keturunan beliau Kai Syahrul (alm), dilanjutkanKai Samudera (alm).

Baca: Setahun Sekali di Bulan Muharram, Keluarga Besar ini Berkumpul dan Menggelar Tari Topeng

Sekarang yang sekarang melaksanakan Tari Topeng adalah Basrin yang merupakan anak dari Kai Syahrul.

"Intinya tari topeng yaitu menari dengan menggunakan topeng, dan pemainnya dulu adalah para anggota keluarga, acara tari topeng ini bertujuan mengumpulkan keluarga dan sebagai sarana betatamba (membuang penyakit,Red), beda dengan tari topeng lain adalah tari topeng lain, maaf mungkin hanya sebagai sarana seni pertunjukan untuk di pertontonkan ke orang-orang," paparnya.

Ada pun pertunjukan tari topeng mereka ini dilaksanakan setiap Bulan Muharam dan harus pada malam Senin.

(Banjarmasinpost.co.id/irfani)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved