Berita Tabalong

Masuk Hutan Lindung, Jalan Desa di Muara Uya dan Bintang Ara Akhirnya Dibangun, Sisakan 32 Desa

Jalan-jalan desa di Kecamatan Muara Uya dan Bintang Desa yang terganjal pembangunannya karena masuk kawasan hutan akhirnya dibangun.

Masuk Hutan Lindung, Jalan Desa di Muara Uya dan Bintang Ara Akhirnya Dibangun, Sisakan 32 Desa
Dok Kodim 1008/Tanjung untuk BPost Group
Ilustrasi-Jalan yang menghubungkan Desa Hayup dan Kampung Ribang saat ini masih dalam proses pengerjaan, melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 104 Kodim 1008/Tanjung. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Setelah puluhan tahun tidak bisa menikmati fasilitas jalan yang nyaman, kini harapan sejumlah desa yang berada di kawasan hutan di Kecamatan Muara Uya dan Bintang Ara akhirnya terwujud.

Pemkab Tabalong, akhirnya bisa mewujudkan pembangunan jalan di kawasan hutan ini setelah mendapatkan izin pemanfaatan kawasan hutan untuk pembangunan infrastruktur.

 Proses ini cukup lama dengan Pemerintah Pusat, hingga akhirnya disetujui. Saat ini, pemerintah Daerah juga melakukan pengukuran terhadap jalan yang akan dibangun dan diusulkan kembali titik yang akan dibangun jalan tersebut hingga akhirnya disetujui.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tabalong M Noor Rifani mengatakan saat ini sudah mulai proses pembangunan dan kami terus melakukan pengecekan terhadap progres pembangunan jalan tersebut.

Baca: Hasil Barito Putera vs Persebaya Liga 1 2019, Skor 0-0 Babak Pertama, Live Streaming Indosiar

Baca: KKB Beraksi di Ilaga Ibu Kota Kabupaten Puncak, Syahrudin Tewas Ditembak

Baca: Sebut Serangan Personal yang Jahat, Najwa Shihab Klarifikasi Foto Pertemuannya dengan Tommy Soeharto

Baca: Tak Tahan Kelakuan Sang Putra yang LGBT, Ibu Kandung Ini Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Anak Kandung

 “Sebelumnya telah dilakukan pematokan dan saat ini sudah dalam pembangunan jalan,” ujarnya.

Desa yang dibangun jalan baru adalah Desa Binjai, Salikungm Hegarmana, Dambung Raya dan Misim. Total panjang jalan yang akan dibangun adalah 4,9 kilometer dengan anggaran Rp 20 miliar.

 Sebagian besar warga adalah penyadap karet dan petani, dengan adanya jalan yang menghubungkan jalan tersebut ke desa sekitar diharapkan dapat memudahkan warga dalam membawa hasil pertanian dan perkebunan.

Saat ini memang masih banyak desa yang berada dalam kawasan hutan sekitar 32 desa. Dan untuk desa yang telah dilakukan pembangunan infrastruktur jalan telah diberikan iizn pinjam pakai dengan syarat tidak adanya warga baru dan adanya manipulasi data.

 “Saat ini proses pembangunan jalan yang tengah dilakukan adalah sekitar 60 kilometer dengan lebar delapan meter, pembangunan dilakukan secara bertahap dan ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan akses menuju desa terpencil yang saat inisangat sulit untuk dijangkau,” ungkapnya.

Baca: NEWSVIDEO : Kesulitan Air Bersih Warga Kuin Selatan Rela Antre Berjam Jam Tunggu Mobil Tangki PDAM

Baca: Pernyataan Sikap ACT terhadap Peristiwa Kemanusiaan di Wamena #SayaPeduliWamena

Baca: Pengumuman Lokasi Pendaftaran di 108 Lokasi Jelang Seleksi CPNS 2019, Cek Link SSCASN.BKN.GO.ID

Camat Bintang Ara Suriyadi mengatakan dengan adanya pembangunan jalan diharapkan dapat mengembangkan ekonomi warga dengan mudahnya akses untuk keluar masuknya barang yang dijual dan dibutuhkan oleh warga.

Tak bisa dipungkiri dengan sulitnya akses jalan beberapa barang memang harganya lebih mahal.

“Jika akses jalan mudah barang yang dijual di daerah terpencil diharapkan juga bisa lebih terjangkau dan meringankan warga,” ungkapnya. (Banjarmasinpost.co.id/ Reni Kurniawati)


 

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved