Berita Internasional

Perang Drone Tempur Terbesar di Dunia Bakal Terjadi Wilayah Udara Libya

Pertempuran memperebutkan ibu kota Libya yang telah terjadi selama lima bulan terakhir, kini disebut telah diwarnai perang drone alias pesawat

Perang Drone Tempur Terbesar di Dunia Bakal Terjadi Wilayah Udara Libya
AFP / KARIM SAHIB
Drone buatan China, Wing Loong, yang digunakan pasukan Tentara Nasional Libya (LNA). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TRIPOLI - Pertempuran memperebutkan ibu kota Libya yang telah terjadi selama lima bulan terakhir, kini disebut telah diwarnai perang drone alias pesawat tanpa awak buatan Turki dan Uni Emirat Arab.

Pertempuran di sekitar Tripoli terjadi sejak 4 April lalu saat pasukan yang setia pada Jenderal Khalifa Haftar, Tentara Nasional Libya ( LNA) memulai operasi militer dengan tujuan merebut ibu kota itu.

Namun upaya mereka mendapat perlawanan yang sengit dari pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA). Dikatakan bahwa garis depan pertempuran tidak bergerak sejak beberapa waktu terakhir.

Baca: Ditolak Mahasiswa, Hanya Satu Solusi Jitu Agar Presiden Jokowi Tetap Dipercaya

Baca: LINK Live Streaming AC Milan vs Fiorentina Liga Italia, Live Streaming TV Online Bein Sports 2

Baca: Agnez Mo & Rezky Aditya Sama-sama Bicara Pernikahan, Citra Kirana Beri Kepastian Soal Hubungan

Menghadapi kebuntuan, kedua belah pihak telah beralih pada pertempuran persenjataan canggih, dengan harapan dapat meraih keuntungan dalam perang yang telah menewaskan hingga lebih dari 1.000 orang dan melukai hampir 6.000 lainnya, menurut PBB, itu.

"Libya mungkin telah menjadi medan pertempuran drone terbesar di dunia," kata Utusan PBB untuk Libya, Ghassan Salame, dalam sebuah video yang dirilis oleh PBB, Rabu (25/9/2019) lalu.


Drone buatan Turki, Bayraktar, yang digunakan pasukan pemerintah Libya, GNA.(SHUTTERSTOCK)

Disampaikan Salame, penggunaan perangkat pesawat tanpa awak telah menjadi jauh lebih intens dalam beberapa pekan terakhir.

Dia mencatat drone telah dikerahkan hingga 600 kali di satu pihak dan 300 kali pada pihak lainnya. Namun Salame tidak mengklarifikasi pihak mana yang lebih banyak meluncurkan drone.

Disebutkan bahwa perangkat drone mulai memasuki arena pertempuran di Libya pada bulan Juni, kendati sesungguhnya telah diberlakukan embargo persenjataan oleh PBB terhadap Libya sejak pemberontakan 2011 yang menggulingkan rezim Muamar Gadhafi.

Alasan lain dari meningkatnya penggunaan perangkat pesawat nirawak tersebut diyakini tidak lepas dari keterbatasan armada udara di kedua pasukan yang bertikai.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved