Breaking News:

Berita Regional

Gambut di OKI Terbakar, Harta Karun Kerajaan Sriwija Bermunculan, 1 Meter Bisa Dapatkan Emas

Kebakan lahan gambut yang terjadi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan membuat harta karun peninggalan kerajaan sriwijaya bermunculan

Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/REUTERS
Ilustrasi-Harta karun 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALEMBANG - Setelah ratusan tahun terpendam, berbagai macam benda seperti manik-manik bahkan emas yang diduga berasal dari Kerajaan Sriwijaya bermunculan.

Munculnya berbagai benda perhiasan tersebut berlangsung pasca kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Serdang, Desa Mara Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Munculnya harta karun tersebut akhirnya membuat warga berbondong-bondong untuk melakukan penggalian secara ilegal, mencari barang berharga lainnya tertutama yang terbuat dari emas.

Hanya menggali dengan kedalaman sekitar 1 meter, warga sudah bisa menemukan perhiasan berupa cincin yang mengandung emas di lokasi tersebut.

Arkelog dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan Retno Purwanti mengatakan, fenomena perburuan harta karun tersebut telah berlangsung sejak kurun waktu satu bulan terakhir.

Baca: Tuding Syahrini Beli Followers, Istri Reino Barack Cueki Nikita Mirzani dan Incar Anak Buaya

Baca: Jelang Liverpool vs Leicester City, Brendan Rodgers : Saya Tak Sabar untuk Kembali

Baca: Lari Terbirit-birit Dikejar Anjing, Bebby Fey Akui Buah Dada Montoknya Palsu, Disayat Dari Ketiak

Baca: 7 Bulan Nikah, Pria di Padang Ini Cekik Istri Sampai Tewas, Sering Dengar Istri Telpon Pria Lain

Berbagai macam benda bersejarah yang selama ini terpendam di dalam lahan gambut muncul ke permukaan karena lokasi tersebut terbakar.  

Lahan gambut pun menjadi tolak ukur peristiwa sejarah yang bisa dirangkai untuk mencari tahu jejak kerajaan Sriwijaya.

Semakin dalam gambut maka akan semakin lama pula nilai sejarah benda atau perhiasan yang ditemukan.

"Semua perhiasan yang ditemukan warga tersebut berada di dalam gambut. Artinya kemungkinan itu peninggalan dari Sriwijaya, tapi perlu penelitian. Tapi masalahnya, barang tersebut telah banyak dijual warga sehingga menyulitkan kita," kata Retno, Jumat (4/10/2019).

Gambut di OKI telah berusia 3.000 tahun

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved