Berita Regional

Terjerat Kasus Dugaan Korupsi PAUD Senilai Rp 4,9 Miliar, Istri Wakil Bupati Bone Jadi Tersangka

Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) menetapkan Istri Wakil Bupati Bone Hj Erniati sebagai tersangka.

Terjerat Kasus Dugaan Korupsi PAUD Senilai Rp 4,9 Miliar, Istri Wakil Bupati Bone Jadi Tersangka
Kompas.com/himawan
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Soendani. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MAKASSAR –  Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) menetapkan Istri Wakil Bupati Bone Hj Erniati sebagai tersangka.

Hj Erniati yang menjabat sebagai Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Bone  dijerat dalam kasus pengadaan buku bahan belajar senilai Rp 4.916.305.000.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani yang dikonfirmasi, Selasa (8/10/2019) membenarkan kasus dugaan korupsi yang melibatkan istri Wakil Bupati Bone Hj Erniati.

Menurutnya, selain Erniati, penyidik Unit Tipikor Polres Bone dibantu penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel juga menetapkan tiga orang tersangka lainnya.

Baca: Tungro Serang Sawah di Batola, Kawasan Pertanian di Tiap Kecamatan Akan Dibangun Taman Refugia

Baca: Calon Suami Ayu Ting Ting Adalah Duda Kaya Kata Sosok Ini, Ada Saran Penting Soal Enji Baskoro

Baca: Setelah Mengalami ini, Turiyah Beralih ke Minyak Goreng Kemasan untuk Gorengan yang Dijualnya

Baca: Berbicara di Forum ASEAN, Ini yang Dirasakan Amalia Rezeki Dosen Muda ULM

Tiga tersangka lainnya dalam kasus tersebut masing-masing, Dra. Sulastri M.Pd selaku Kepala Sekai Paud Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Drs. Muh Ikhsan M.Si Selaku Staf Paud Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Masdar S.Pd selaku Pengawas TK Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.

“Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana alokasi khusus non fisik BOP Paud dengan anggaran bersumber dari APBN tahun 2017 dan tahun 2018 untuk pengadaan buku bahan belajar pada Satuan Paud di Kabupaten Bone,” kata Dicky.

Dalam kasus itu, lanjut Dicky, berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp 4.916.305.000.

Penetapan status keempatnya sebagai tersangka, setelah penyidik melakukan gelar perkara.

Dicky menuturkan, peran masing-masing tersangka yakni, tersangka Erniati tidak melaksanakan seluruh tugas dan tanggungjawabnya sebagaimana diatur dalam juknis Permendikbud Nomor 4 Tahun 2017 dan Permendikbud Nomor 2 Tahun 2018.

Ia juga bertindak selaku Ketua Tim Managemen Dak Non Fisik BOP PAUD Kabupaten Bone, yang bertugas untuk memverifikasi data Dapodik sampai dengan verifikasi hasil pelaksanaan pengadaan langsung dan swakelola dana BOP PAUD .

Baca: Kabar Bahagia Ibunda Citra Kirana Soal Rezky Aditya, Segera Susul Cut Meyriska dan Roger Danuarta?

Baca: Pemerintah akan Hentikan Peredaran Minyak Goreng Curah, Pedagang Khawatirkan Pembeli Golongan ini

Baca: Atasi Serangan Tunggro, Petani di Batola Bangun Taman Refugia di Sela-sela Tanaman Padi

“Sebagai tim monitoring, evaluasi dan supervisi, tersangka Erniati juga telah menerima pembayaran honor sebesar kurang lebih Rp 40.000.000 pada tahun 2017 dan kurang lebih Rp 40.000.000 pada tahun 2018," ujar dia.

"Kemudian khusus untuk tahun 2017, dirinya juga selaku PPTK pada kegiatan pengadaan alat peraga/praktek dan buku siswa TK dengan metode pengadaan langsung, namun pengadaan tersebut pelaksanaannya tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam pepres tentang pengadaan barang dan jasa,” tambah dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Istri Wakil Bupati Bone Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PAUD Rp 4,9 Miliar"

Penulis : Kontributor Makassar, Hendra Cipto

Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved