Tradisi Batajak Rumah Masyarakat Banjar

WOW! Sampai-sampai Intan Ditanam di Empat Penjuru, Begini Adat di Kalsel Bangun Rumah

Tradisi membangun rumah di kalangan masyarakat Banjar atau Kalimantan Selatan memang menarik untuk disimak.

WOW! Sampai-sampai Intan Ditanam di Empat Penjuru, Begini Adat di Kalsel Bangun Rumah
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Pembangunan rumah yang masih berupa rangka. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tradisi membangun rumah di kalangan masyarakat Banjar atau Kalimantan Selatan memang menarik untuk disimak. Meski zaman sekarang sudah tak banyak yang melakoni tradisi tersebut, namun paling tidak bisa menjadi khazanah pengetahuan bagi kita tentang budaya lokal.

Salah satu yang cukup menarik adalah prosesi pemasangan tiang rumah yang disertai beberapa ritual sebagai tradisi yaitu digantungi ketupat dan pernak-pernik lain.

Kemudian yang juga menjadi tradisi adalah di empat penjuru rumah ditanam intan. Ya, intan yang merupakan batu mulia itu menjadi salah satu syarat membangun rumah.

Surya, warga Beruntung Jaya, Kota Banjarmasin, mengungkapkan, tradisinya adalah saat menanam intan di empat penjuru rumah itu dibarengi dengan melakukan simbol Lamjalalah.

Baca: Katupat Digantung di Empat Penjuru saat Warga Kalsel Membangun Rumah, Ini Perhitungannya

Baca: Kebiasaan Adat di Kalsel Bangun Rumah, Bila Serba Puga (Baru) Maka Selamatan Ganal (Besar)

Baca: Tradisi Turun Temurun Batajak Rumah, Pastikan Lokasi Aman dari Mahluk Halus

"Jumlah intan yang ditanam itu bisa satu butir atau bisa juga lebih. Biasanya ukuran intan kecil-kecil dan kategori intan mentah (lantakan) yang belum digosok," ujar Surya.

Selain intan juga ada yang menanam telur di lubang sebelum ditancapkan tiang. Telur ini bisa telur ayam maupun telur itik dengan jumlah satu butir per lubang.

Mukhlis Maman, Budayawan, mengatakan, memang dalam tradisi Banjar saat memancang tiang rumah disertai dengan menanam intan di empat penjuru.

Ilustrasi : Pembangunan rumah yang sudah dibeton.
Ilustrasi : Pembangunan rumah yang sudah dibeton. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

"Tapi intan itu bukan ditanam di tanah atau genangan air (jika rumah di atas sungai atau rawa) melainkan ditanam atau diselipkan di tiang," ujar Julak Larau, panggilan akrabnya.

Selain itu jenis intannya memang bukan intan yang sudah digosok yang jadi permata atau berlian tetapi hanya intan lantakan.

"Filosofinya, rumah yang dibangun diibaratkan akan memancarkan cahaya yang kemilau sebagai penggambaran penuh keberuntungan atau pamornya naik," jelas Julak Larau.

Rumah milik warga Banjarmasin, Surya.
Rumah milik warga Banjarmasin, Surya. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Diyakin sebagian orang pula bahwa intan mempunyai energi alami yang mampu membuang aura negatif dan menarik aura positif.

Selanjutnya, bagaimana tata cara membangun rumah agar mendatangkan berkah? Simak penjelasannya pada tulisan berikutnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)


Penulis: Salmah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved