Berita HST

Pemkab HST Siapkan 25 Calon Dokter Program Beasiswa, Antisipasi Libur Panjang dan Lebaran

Pemkab HST Siapkan 25 Calon Dokter Program Beasiswa, Antisipasi Libur Panjang dan Lebaran

Pemkab HST Siapkan 25 Calon Dokter Program Beasiswa, Antisipasi Libur Panjang dan Lebaran
banjarmasinpost.co.id/hanani
RSUD Damanhuri Barabai 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Demi mengantisipasi adanya kekosongan dokter saat musim libur panjang dan Lebaran, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah menyekolahkan 25 putra putri asal Hulu Sungai Tengah ke perguruan tinggi untuk menjadi dokter.

Tak tanggung-tanggung, 25 calon dokter bakal disiapkan.

Kepala Bagian Kesra Setdakab Hulu Sungai Tengah, Akhmadi, merincikan 25 calon dokter terdiri dari beberapa angkatan.

Angkatan 2014 sebanyak dua orang, angkatan tahun 2015 sebanyak tiga orang, angkatan 2016 sebanyak lima orang, angkatan 2018 sebanyak 10 orang, dan lima orang pada tahun ini.

"Target 25 orang yang menerima beasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin akhirnya tercapai,’’ kata Akhmadi, Jumat (11/10/2019) di Barabai.

Baca: Krisdayanti Ungkap Hubungan dengan Aurel Hermansyah & Ashanty, Istri Raul Lemos Ucap Ini

Baca: Venna Melinda Bereaksi Saat Adik Verrell Bramasta, Athalla Naufal Dikeroyok Orang Tak Dikenal

Baca: Maia Estianty Terpancing Buka Luka Lama dengan Ahmad Dhani Saat Ibu Al El Dul Jadi Juri Idol

Baca: Emosi Abu Rara, Pelaku Penusukan Menko Polhukam Wiranto Diungkap Pakar Ekspresi

Bupati Hulu Sungai Tengah, A Chairansyah, mengakui pihaknya belum bisa memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat.

Penyebab utamanya Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah masih kekurangan tenaga dokter, khususnya untuk di puskesmas.

Mengatasi kekurangan dokter tersebut, di awal kepemimpinan bersama Abdul Latif, pihaknya membuat kebijakan dengan memberikan beasiswa kepada putra daerah untuk kuliah di Fakultas Kedokteran.

"Target kami setiap satu tahun ada lima yang dikuliahkan kedokteran," bebernya.

Alasan lain mengapa kebijakan ini diambil karena dokter yang ada di Hulu Sungai Tengah, sebagian besar bukan orang Hulu Sungai Tengah.

Jadi, pada hari besar, libur, atau saat Lebaran di puskesmas bahkan di rumah sakit sering terjadi kekosongan dokter dengan alasan dokter yang sedang cuti.

"Sakit tak bisa direncanakan. Jadi saat libur ini yang membuat kami kerepotan. Kalau ada yang sakit wajib dilayani. Pelayanan kesehatan tidak boleh libur," jelasnya.

Melalui program dokter banua ia berharap pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan lebih maksimal.

Pasalnya, pihaknya mensyaratkan seluruh penerima beasiswa wajib kembali dan mengabdi di Hulu Sungai Tengah.

(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved