KalselPedia

KalselPedia - Melihat Pengembangan Hidroponik di Desa Semangat Dalam Batola

Hidroponik merupakan budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

KalselPedia - Melihat Pengembangan Hidroponik di Desa Semangat Dalam Batola
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Ibu-ibu di Kompleks Bhakti Persada Mandiri Jalur 2, RT 07, Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola, menanam tanaman holtikultura seperti sawi, kangkung sampai slada di media hidroponik. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Hidroponik merupakan budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Kemudian, hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.

Pemanfaatan hidroponik ini di lahan terbatas ini sangat gencar dilaksanakan di Kompleks Bhakti Persada Mandiri Jalur 2, RT 07, Desa Semangat Dalam, Kecamaan Alalak, Kabupaten Batola.

Para ibu-ibu di komplek setempat sejak pertengan September 2019 lalu, sibuk menanam sejumlah tanaman holtikutura seperti sawi, kangkung sampai slada di media tanam hidroponik.

Baca: KalselPedia: Profil Kelurahan Rantau Kanan

Baca: KalselPedia: Profil Dinkes Banjar Beserta Tugas dan Fungsinya

Baca: KalselPedia: Fakta Kota Seribu Sungai dan Asal Usul Lahirnya Nama Banjarmasin

Setiap waktu tertentu mereka menyiapkan rockwool atau salah satu bahan dalam metode tanam hidroponik yang berfungsi sebagai media tanam. Bahkan pada waktu tertentu mereka juga merakit plastik dan kain untuk media penyerapan air ke tanaman.

Ibu-ibu di Kompleks Bhakti Persada Mandiri Jalur 2, RT 07, Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola, menanam tanaman holtikultura seperti sawi, kangkung sampai slada di media hidroponik.
Ibu-ibu di Kompleks Bhakti Persada Mandiri Jalur 2, RT 07, Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola, menanam tanaman holtikultura seperti sawi, kangkung sampai slada di media hidroponik. (banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Kesibukan lainnya, ibu-ibu ini juga mengontrol pH meter untuk melihat kadar keasaman larutan nutrisi dan media tanam yang perlu dijaga untuk memastikan pertumbuhan tanaman yang optimal.

Pengembangan hidropik ini untuk diharapkan bisa meningkatkan pendapatan warga desa setempat, terutama ibu-ibu rumah tangga. Sengaja dipilih tananam hidroponik karena mudah aplikasinya, higienies atau sehat dikonsumsi dan ke depannya desa Semangat Dalam bisa menjadi icon hidroponik di Kabupaten Batola.

Bahkan, hasil panen tananaman holtikultura bisa dipanen dalam sebulan dan pemasarannya juga mudah karena Badan Usaha Milik Desa (Bumbes) siap menampung.

Untuk mengembangan tanaman hidroponik ini awalnya pihak komunitas bekerja dengan perwakilan Kementrian Desa Pembangunan Desa Tertinggal dan Tranmigrasi di Alalak Batola dan kemudian komunitas hidroponik difasilitasi tahap awal penanamam hidroponik ini.

Lahan pertanian di Desa Semangat Dalam Kecamatan Alalak, hampir tidak ada lagi karena sudah berubah menjadi lahan perumahan. Nah, salah satu solusi masalah keterbatasan lahan, yakni memanfaatkan perkarangan yang ada.

Ibu-ibu di Kompleks Bhakti Persada Mandiri Jalur 2, RT 07, Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola, menanam tanaman holtikultura seperti sawi, kangkung sampai slada di media hidroponik.
Ibu-ibu di Kompleks Bhakti Persada Mandiri Jalur 2, RT 07, Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola, menanam tanaman holtikultura seperti sawi, kangkung sampai slada di media hidroponik. (banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)
Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved