Berita Kalteng

Darwan Ali Ditetapkan Tersangka oleh KPK Setelah Pelabuhan Sagintung Dioperasionalkan

Mantan Bupati Seruyan dua periode, H Darwan Ali resmi ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai tersangka.

Darwan Ali Ditetapkan Tersangka oleh KPK Setelah Pelabuhan Sagintung Dioperasionalkan
(banjarmasinpost.co.id/faturahman)
Pelabuhan Teluk Sagintung terletak di Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan, Kalteng 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Mantan Bupati Seruyan dua periode, H Darwan Ali yang pernah memimpin Kabupaten Pemekaran Kotawaringin Timur (Kotim) sejak periode tahun, 2003-2008 dan 2008-2013, itu resmi ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai tersangka.

Dugaan kasus korupsi tersebut sebenarnya sudah lama diketahui masyarakat umum, bahkan H Darwan Ali sudah bolak -balik dipanggil KPK untuk dimintai keterangannya, dan baru, Senin (14/10/2019) KPK menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus proyek pembangunan Pelabuhan Teluk Sagintung di Kabupaten Seruyan.

H Darwan Ali sendiri, ketika wartawan berusaha untuk mengkonfirmasikan penetapanya sebagai tersangka belum mau berkomentar terkait penetapannya sebagai tersangka tersebut.

Namun, kabar tersebut hingga, Selasa (15/10/2019) menjadi pembicaraan warga di Kalimantan Tengah.Apalagi saat ini, H Darwan Ali menjabat sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Tengah.

Baca: Pulang Kunjungi Pacar di Jakarta, Mahasiswa Kedokteran Unila Ini Tewas Kecelakaan di Tol Lampung

Baca: Soal Limbah Pascatambang Cemari Sungai Satui, Waket DPRD Tanbu Bilang ini

Baca: Tarif Endorse Syahrini Termahal? Fakta Istri Reino Barack Kalahkan Raffi-Gigi & Luna Maya Diragukan

Baca: Densus 88 Tangkap 4 Terduga Teroris di Lampung, Sita Material Bom

Pelabuhan Teluk Sagintung pun, baru saja dioperasionalkan tanggal 5 Agustus 2019 yang lalu bertepatan dengan peringatan HUT Kabupaten Seruyan ke 17, sehingga, pelabuhan yang cukup lama tidak dioperasionalkan saat ini sudah berfungsi dan disandari kapal tongkang angkutan bahan material bangunan dan kapal sembako dari Semarang.

"Sudah ada beberapa kali kapal masuk dan sandar di pelabuhan Teluk Sagintung, dari kapal tongkang angkutan batu, juga pernah kapal pengangkut sembako jenis roro yang juga sandar di Pelabuhan Sagintung, meski jalan penghubung ke Pelabuhan ada sejauh tujuh kilometer yang masih belum beraspal," ujar Didin warga Seruyan.

Saat ditanya terkait, penetapan H Darwan Ali sebagai tersangka dalam kasus tersebut, sebagian warga Seruyan mengaku tidak kaget, karena kabar tersebut sudah lama berhembus, apalagi belum lama ini petugas KPK sempat ke Seruyan untuk mendalami kasus tersebut.

"Itu kasus lama, sejak beliau memimpin, tapi baru sekarang KPK baru mengumumkannya, H Darwan juga kabarnya, sudah beberapa kali dipinggil KPK," ujar Budi warga Seruyan.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah dalam konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2019), menejalskan, H Darwan Ali, ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan korupsi dalam pengadaan pembangunan Pelabuhan Laut Teluk Segintung di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Pelabuhan Teluk Sigintung, Kuala Pambuang
Pelabuhan Teluk Sigintung, di Kabupaten Seruyan  ((banjarmasinpost.co.id/faturahman))

Darwan diduga, memerintahkan anak buahnya melakukan penunjukan langsung pada PT Swa Karya Jaya (SKJ) untuk menggarap pelabuhan tersebut.

KPK melihat ada beberapa kejanggalan proses lelang tersebut pelabuhan tersebut, antara kain, pembatasan informasi lelang dan waktu pengambilan dokumen lelang hanya 1 hari.

Baca: Baru Sepekan Menikah, Pasangan Pengantin Ini Tewas Saat Mobil Rombongan Pengantin Tabrak Tronton

Baca: Nasib Terkini Hanum, Putri Amien Rais Seusai Twit Settingan Penusukan Wiranto, Bagaimana Jerinx SID?

Baca: Kabar Gembira Ammar Zoni dan Irish Bella Setelah Bayi Kembarnya Meninggal Dunia, Siap-siap Dapat Ini

Selain itu, dokumen prakualifikasi dan penawaran lelang diduga dipalsukan, dan peserta lelang lain juga diduga direkayasa. Dokumen penawaran memiliki kemiripan dengan membedakan nilai penawaran hanya Rp 2-4 juta.

Pihak PT SKJ diduga turut serta mempersiapkan beberapa dokumen palsu yang dibutuhkan tersebut dan panitia lelang juga mengabaikan ketidaklengkapan atau kekurangan persyaratan dokumen prakualifikasi PT SKJ.

Dalam dokumennya, Sertifikat Badan Usaha PT SKJ sudah tidak berlaku. Meski begitu, PT SKJ tetap mendapatkan proyek itu.H Darwan Ali, diduga menerima uang imbalan dalam proyek tersebut.

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved