Suka Duka Relawan Padamkan Karhutla

Sering Dicegah Saat Hendak Padamkan Api, Pelaku Sengaja Membakar untuk Berkebun

karhutla di Kabupaten Hulu Sungai Selatan kebanyakan diduga akibat kesengajaan. Hal tersebut, berdasarkan fakta di lapangan

Sering Dicegah Saat Hendak Padamkan Api, Pelaku Sengaja Membakar untuk Berkebun
istimewa
Aksi relawan PMK Parmuk saat memadamkan Karhutla di kawasan Kandangan, HSS. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Selain faktor alam akibat cuaca panas, dan kelalaian akibat membuang punting rokok sembararangan, karhutla di Kabupaten Hulu Sungai Selatan kebanyakan  diduga akibat kesengajaan.

Hal tersebut, berdasarkan fakta di lapangan yang ditemukan para relawan pemadam kebakaran.

Api yang berkobar besar, karena pemilik lahan sengaja membakar dengan alasan praktis, membersihkan lahan untuk berkebun.

 “Tapi tak ada tindakan tegas dari yang berwenang menegakkan hukum. Hanya ada beberapa yang ditangkap,”ungkap Khairudi dari PMK Parmuk, Parincahan, yang sudah sejak 2016 lalu, aktif terlibat memadamkan Karhutla.

Rudi menyebut, 90 persen karhutla 2019 unsur kesengajaan. Saat turun ke lapangan, tak jarang para relawan pemadam diadang pelaku pembakar.

Baca: Darwan Ali Ditetapkan Tersangka oleh KPK Setelah Pelabuhan Sagintung Dioperasionalkan

Baca: Pulang Kunjungi Pacar di Jakarta, Mahasiswa Kedokteran Unila Ini Tewas Kecelakaan di Tol Lampung

Baca: Soal Limbah Pascatambang Cemari Sungai Satui, Waket DPRD Tanbu Bilang ini

Baca: Tarif Endorse Syahrini Termahal? Fakta Istri Reino Barack Kalahkan Raffi-Gigi & Luna Maya Diragukan

 “Kami dicegah memadamkan api, dengan alasan pelaku sedang membersihkan lahan untuk berkebun. Jika sudah seperti itu, kami berkoordinasi dengan anggota TNI maupun Polri. Memberi pemahanan, bahwa dampak pembakaran sangat membahayakan kesehatan orang banyak yang menghirup asapnya. “Tak jarang, kami dimarahi  pelaku pembakar,”ungkap Rudi yang juga anggota Mapala Meratus Hijau HSS.

 Sebagai relawan, dia berharap pelaku pembakar lahan dengan sengaja agar ditindak untuk memberikan efek jera. Sebab, mereka sudah tidak peduli dengan kesehatan orang lain dan hanya peduli dengan diri sendiri dengan alasan mencari nafkah.

“Padahal, mencari nafkah bisa dilakukan dengan cara tak melanggar aturan,”kata Rudi. (banjaramasinpost.co.id/hanani )

Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved