Berita Banjarmasin

Wisatawan Jepang Terpesona Stasiun Riset Bekantan Pulau Curiak

Stasiun Riset Bekantan (SRB) Pulau Curiak,identik dengan Bekantan. Dikawasan ini dihuni oleh kawanan si monyet berhidung mancung.

Wisatawan Jepang Terpesona Stasiun Riset Bekantan Pulau Curiak
Dari SBI untuk BPost
Stasiun Riset Bekantan (SRB) Pulau Curiak dihuni oleh kawanan si monyet berhidung mancung. Tampak Turis Jepang antusias mendengarkan penjelasan tentang SRB 

BANJARMASIN POST.CO.ID - Menyebut nama Stasiun Riset Bekantan (SRB) Pulau Curiak, pasti akan teringat dengan kumpulan Bekantan.

Memang SRB Pulau Curiak identik dengan Bekantan. Dikawasan ini dihuni oleh kawanan si monyet berhidung mancung.

Keberadaan bekantan di SRB dijaga oleh Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) dan kawasan ini dijadikan pusat penelitian ekosistem lahan basah oleh SBI bekerjasama dengan Universitas Lambung Mangkurat dan University Of New Castle - Australia.

Pagi itu, Minggu, Amalia Rezeki, founder Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia, menerima kunjungan wisatawan minat khusus dari Jepang di Stasiun Riset Bekantan Pulau Curiak - Barito Kuala.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Timnas U-23 Indonesia vs Arab Saudi, Live Streaming RCTI CFA Internasional

Baca: Sering Alami Sesak Napas Terhirup Asap Tebal, Relawan Tak Kapok Lakukan Pemadaman

Baca: Sebab Utama Rey Utami & Pablo Pecat Farhat Abbas Dikulik, Seteru Hotman Paris Tak Dipercaya Lagi?

Baca: Nasib Tragis Bayi Tabung Denny Cagur, Istri Teman Sule & Andre Taulany Itu Sebut Soal Rasa Takut

Sebanyak 20 orang wisatawan jepang yang dipandu oleh tour operator RR Tour & Travel yang dipimpin oleh Richie Rafsanjani.

Kedatangan mereka ingin mengeksplore kehidupan bekantan simonyet hidung mancung Bekantan dialam liar, serta pesona hutan mangrove rambai yang banyak dihuni oleh berbagai satwa khas lahan basah.

"Ada banyak pengalaman yang menarik ditawarkan oleh Stasiun Riset Bekantan - Pulau Curiak bagi para pengunjung, terutama wisatawan minat khusus. SRB ini memiliki keragaman hayati, khas lahan basah, khususnya Bekantan,” kata Amel sebutan akrab dosen Pendidikan Biologi Universitas Lambung Mangkurat ini, Selasa (15/10/2019).

Primata menjadi daya tarik utama distasiun riset terdapat tiga jenis seperti Bekantan (Nasalis larvatus), Lutung Kelabu (Trachypithecus cristatus ) dan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) disamping itu juga sering dijumpai mamalia di air, nyaitu Berang berang ( Lutra lutra ) yang merupakan mamalia semi aquatik dari subfamili Lutrinae.

Turis Jepang saat berkunjung ke SRB Pulau Curiak yang dihuni oleh kawanan si monyet berhidung mancung
Turis Jepang saat berkunjung ke SRB Pulau Curiak yang dihuni oleh kawanan si monyet berhidung mancung (Dari SBI untuk BPost)

Sementara itu terkait dengan ecotour ke SRB Pulau Curiak ini, menurut Richie Rafsanjani, program ini dikemas sangat menarik. Wisatawan diberi space luas mengekplorasi pesona SRB Pulau Curiak.

"Mereka menyusuri titian kayu untuk melihat arboretum mangrove, rumah mangrove dan pondok kerja peneliti di Camp Tim Robert yang sederhana, namun terkesan sangat alami, karena disini kita bisa mengamati keragaman burung yang cantik dan mempesona," paparnya.

Baca: Inilah Sekolah di Tapin yang Diusulkan Calon Sekolah Adiwiyata Nasional dan Mandiri 2019

Baca: Penunggak Iuran BPJS Diancam Sanksi, Begini Reaksi Warga

Baca: Penyelamat Bekantan Kalsel Raih Penghargaan Internasional, Amalia Dedikasikan Diri untuk Primata

Ada beragam aktivitas yang dijalankan wisatawan jepang tersebut, termasuk susur sungai.

Sejak diresmikan oleh Prof Dr H Sutarto Hadi, MSi, M.Sc rektor Universitas Lambung Mangkurat pada Juli 2018 lalu, kawasan Stasiun Riset Bekantan banyak dikunjungi oleh wisatawan minat khusus, terutama pelajar, mahasiswa dan peneliti ekosistem lahan basah, yang tidak saja datang dari dalam negeri, bahkan dari manca negara.

Setiap tahunnya SBI juga menggelar kegiatan Summer Course dan Internship Program bagi kalangan pelajar dan mahasiswa. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved