Berita Jakarta

Haris Azhar Sebut Prabowo dan Jokowi Sama-sama Tak Punya Perhatian soal HAM

Menteri Kabinet Indonesia Maju Jilid II, hari ini Rabu (23/10/2019) dilantik Presiden Joko Widodo.

Tayang:
Editor: Didik Triomarsidi
YouTube Indonesia Lawyers Club
Aktivis HAM Haris Azhar di Indonesia Lawyers Club Selasa (22/10/2019). 

"Maka di acara yang sama tahun lalu, saya pernah sampaikan bahwa masalah kita dalam penegakan hukum dan HAM itu relasi negara secara lebih luas, ya untuk oposisi di sana dengan warga," ucap Haris Azhar.

Sedangkan Haris Azhar menilai bahwa jarak antara negara dan warga masih cukup jauh.

Ia hanya melihat adanya pergeseran pada negara namun tidak mendekat pada warga.

"Nah hari ini sebetulnya itu masih berjarak antara negara dengan warga. Yang bergeser hanya di negaranya saja, komposisinya yang berubah," ucap Haris Azhar.

Ia juga menyinggung persoalan Pemilu 2019 mengenai adanya beberapa kelompok golput.

Hal itu disebutnya sebagai jarak antara warga dengan negara.

"Jadi misalnya muncul ada kelompok golput, atau tidak coblos satu atau dua," ucap Haris Azhar.

Sedangkan Haris Azhar menilai bahwa banyak orang yang memberikan dukungan pada kubu Prabowo karena memiliki kekecewaan pada pemerintah.

Disebutnya, kekecewaan itu banyak yang muncul dalam hal penegakan hukum.

"Itu sih menurut saya di bawah ada banyak orang yang datang ke 02 karena kecewa dalam hal penegakan hukum ketika Jokowi lima tahun berkuasa," ujar Hariz Azhar.

Namun kabar bergabungnya Prabowo ke kubu Jokowi juga menimbulkan permasalahan tersendiri.

Haris Azhar mengatakan bahwa bergabungnya dua kubu tersebut membuat adanya kekecewaan dari para pendukung.

"Tetapi dengan bergabungnya Prabowo ke Jokowi pasti itu meninggalkan riak-riak yang serius, kekecewaan di bawah," ucap Haris Azhar.

Sedangkan Haris Azhar mengakui bahwa harapan yang diberikan warga pada Prabowo juga dinilai tidak tepat.

"Meskipun kalau mereka menyampaikan hajat hidupnya, menyerahkan hajat hidupnya dalam mencari keadilan pada Prabowo, itu memang dari awal konsep itu tidak tepat," ucap Haris Azhar.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved