Berita Banjar

Banjar Ujicoba Biakkan Tanaman Secara Hidroponik, Begini Penampakannya

Dinas TPH mengembangkan Teknologi pembiakkan terkini yang diujicoba yakni melalui teknik hidroponik atau menggunakan bahan (media) utama air.

Banjar Ujicoba Biakkan Tanaman Secara Hidroponik, Begini Penampakannya
banjarmasinpost.co.id/idda royani
CEK - Staf teknis UPT Balai Benih Dinas TPH Banjar mengecek bibit anggrek yang dikembangkan secara hidroponik. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Inovasi pembiakan tanaman terus dilakukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Benih Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Teknologi pembiakkan terkini yang diujicoba yakni melalui teknis hidroponik atau menggunakan bahan (media) utama air.

Komoditas tanaman yang dibiakkan secara hidroponik yakni anggrek bulan (phalaenopsis amabilis), cabai (capsicum frutescens), tomat (solanum lycopersicum), dan strawberry (fragaria x ananassa).

"Baru kami coba sejak beberapa pekan lalu. Sejauh ini perkembangannya cukup bagus," ucap Kepala UPT Balai Benih Dinas TPH Kabupaten Banjar Lily Marlina, Jumat (25/10/2019).

Baca: Jadwal Lengkap Babak 8 Besar Liga 2 2019 Ditetapkan, Persiraja Vs Mitra Kukar, Sriwijaya VS Persewar

Baca: Sering Ditabrak Tongkang, Komisi III DPRD Kalsel Akhirnya Kunjungi Jembatan Rumpiang Batola

Baca: Sinyal BKN Segera Buka Pendaftaran CPNS 2019, Situs Resmi Seleksi di sscasn.bkn.go.id

Baca: Blak-blakan Aurel Tinggalkan Krisdayanti & Kejar Anang Hermansyah ke Ruko Saat Momen Perceraian

Pembiakan cabai, tomat, dan strawberry secara hidroponik tersebut dilakukan pada tempat yang sama. Terdapat empat unit kardus berbentuk kubus berukuran sekitar 50x20 sentimeter.

Ada 12 lubang tiap kardus yang berfungsi untuk meletakkan bibit yang dibiakkan. Pembiakkannya dilakukan bertahap, paling awal strawberry.

Pantauan di lokasi, bibit tanaman tersebut mulai bersemi. Bahkan strawberry telah cukup banyak dedaunanya.

Begitu halnya dengan anggrek, juga mulai bersemi. Pembiakka anggrek secara hidropinik dilakukan di tempat berbeda yakni di ruang aklimatisasi anggrek.

Sebagai media penghantar air ke tanaman yang dibiakkan, digunakan sejenis karpet sehingga air mudah merambat ke bibit tanaman secara terus menerus.

"Alhamdulillah sepertinya ujicoba ini cukup baik dan lancar. Sementara ini tak ada kendala atau masalah teknis," ucap Naspi dan Jumiadi, staf teknis UPT Balai Benih Dinas TPH Banjar.

Ia mengatakan pembiakkan secara hidroponik cukup menguntungkan karrna lebih mudah dan praktis serta efisien. Karena cuma mengandalkan bahan utama berupa air mineral.

"Jika ujicoba ini berhasil, maka akan kami perluas pengembangannya," tandas Lily.

Baca: Hari Ini Mendaftar di Empat Partai, Koyem Sebut Maju Bila Hasil Survei Unggul

Baca: Batola Kembali Incar Adipura, Begini Hasil Penilaian Tahap I

Baca: Sindiran Zaskia Sungkar untuk Medina Zein, Setelah Balas Konferensi Pers Irwansyah?

Sejak beberapa tahun lalu pihaknya telah melakukan pembiakkan dengam teknologi kultur jaringan. Komoditas yang dibiakkan yakni pisang dan anggrek. Anggrek dibiakkan dengan biji, sedangkan pisang dari bonggol pisang.

Pembiakkan secara kultur jaringan tersebut cukup berhasil. Terutama pisang yang telah ratusan ribu bibit baru yang dihasilkan dan nahkan telah terserap ke sejumlah daerah di Kalsel.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved