Berita Kabupaten Banjar

Petani Bakar Jerami karena Tujuan ini, Profesor Acep Beri Solusi Begini

Kebakaran lahan dan hutan di negeri ini, termasuk di Pulau Kalimantan, tak semuanya disebabkan faktor alam.

Tayang:
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Prof Acep Akbar memaparkan pola kebakaran dan solusi mengatasinya pada rakor Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan yang digelar Dinad LH Banjar, kemarin 

Lebih lanjut ia menuturkan pemicu kebakaran hebat saat kemarau yakni banyaknya bahan bakar yang tersedia terutama bahan bakar halus (rerumputan kering) dan oksigen yang cukup.

"Berikutnya adalah ada faktor yang cukup mendukung ketika api itu sudah disulut akan cepat menjalar kemana-mana. Apalagi ketika terjadi di lahan yang tak jelas batasnya," sebutnya.

Itu sebabnya penguasaan lahan dalam skala cukup luas dan mangkrak, ini menjadi bagian lain yang juga memicu terjadinya kebakaran dalam skala yang luas pula.

Karenanya pemerintah perlu mendeteksi lahan-lahan seperti itu.

Kemudian juga ada faktor pendukung lain yaitu gejala alam El Nino yang membiat material alam menjadi teramat kering.

Lidah api akan menyebar secara cepat.

"Saya sudah mengukur, kecepatan kebakaran untuk lahan alang-alang itu 250 meter persegi per menitnya. Sedangkan untuk lahan gambut 160 meter persegi per menit," bebernya.

Kebakaran di lahan gambut lebih lambat. Masalahnya ketika api di gambut tidak diketahui secara dini.

"Maka ketika api itu sudah luas akan sulit dilakukan pemadaman," sebut Pro Acep.

Pasalnya, api gambut ada dua jenis yakni api permukaan dan api rooting (di zona perakarang).

Ketika petugas pemadam hanya konsentrasi pada api permukaan, maka pemadaman yang dilakukan tidak tuntas.

Itu karena api di zona perakaran tidak tersentuh. Masih menjadi bara yang kemudian bisa merambat lagi ke permukaan.

"Itu kelemahannya kenapa api gambut sulit dipadamkan karena fokusnya terhadap api permukaan. Tapi mungkin juga karrna petugas pemadamnya kelelahan karena aksenya yang susah," tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved