KalselPedia

KalselPedia: Pelajar Repatriasi SMKN 2 Marabahan, Batola

Repatriasi merupakan kembalinya suatu warga negara dari negara asing yang pernah menjadi tempat tinggal menuju tanah asal kewarganegaraannya.

Penulis: Edi Nugroho | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasin post group/edi nugroho
Dua pelajar repatriasi di SMKN 2 Marabahan asal Malaysia, Syamsul dan Muhammad Fazri didampingi Kepala Sekolah SMKN 2 Marabahan, Agustin Purnomo Sari sedang melakukan praktek perbaikan mobil di ruang praktek SMKN setempat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KalselPedia - Repatriasi merupakan kembalinya suatu warga negara dari negara asing yang pernah menjadi tempat tinggal menuju tanah asal kewarganegaraannya.

Kata repatriasi adalah gabungan dari awalan re- ("kembali") dan patria ("tanah asal").

Dalam konteks pendidikan, program repatriasi ini merupakan salah satu bentuk membawa pulang anak-anak TKI kembali ke tanah air.

Di SMKN 2 Marabahan, Kabupaten Batola, Kalsel juga terdapat sejumlah pelajar repatriasi.

Jumlah siswa repratiasi di SMKN 2 setempat sampai 2019 ini harusnya sebanyak 13 anak, dengan perincian gelombang pertama ada sebanyak 6 siswa dan tahun kedua ini ada enam siswa jalur beasiswa serta satu siswa jalur mandiri.

Baca: KalselPedia: Profil Kelurahan Rangda Malingkung, Kabupaten Tapin

Baca: KalselPedia: Marabahan dan Penataan Kotanya

Baca: KalselPedia: Daftar Agen Perjalanan Umrah Resmi Terdaftar di Kemenag Kalsel

Baca: KalselPedia:Titik Jembatan Rangka Baja di Tanahbumbu

Keberadaan puluhan siswa repatriasi itu diterima warga sekolah dengan baik, termasuk masyarakat.

Bahkan, tahun pertama karena mendadak, puluhan siswa repatrasi dikostkan di luar sekolah.

Ternyata warga bisa menerima puluhan siswa repatriasi.

Ada enam kamar di sekolah yang diisi satu kamar dua siswa anak-anak repatriasi.

Setiap anak repatriasi mendapatkan dana repatriasi berupa uang tranport, uang saku dan uang makan dengan total Rp2 juta per bulan per satu siswa.

Awalnya, dana repatriasi dikucurkan per enam bulan dan sekarang langsung dikucurkan per satu tahun.

Di SMKN 2 Marabahan, sudah ada rencana anggaran biaya (RAB) untuk penggunaan dana Rp 2 juta tersebut seperti berapa uang makan, berapa uang tranport dll.

Anak-anak repatriasi saat ini fokus belajar di SMKN 2 Marabahan.

Tidak seperti di Malaysia, anak-anak itu pagi belajar, sore bekerja, atau pagi bekerja, sore belajar.

Setidaknya ada dua guru yang ditunjuk menjadi orangtua asuh dari puluhan anak-anak repatriasi tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved