Berita Kalteng

Tudingan Mafia Bola Terhadap Kalteng Putra Membuat Down Semangat Pemain

Tudingan adanya mafia bola terhadap kemenangan Kalteng Putra dengan score 2:0 saat melawan Persela Lamongan pada laga Liga 1 putaran kedua

Tudingan Mafia Bola Terhadap Kalteng Putra Membuat Down Semangat Pemain
tribunkalteng.co/fathurahman
Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Tudingan adanya mafia bola terhadap kemenangan Kalteng Putra dengan score 2:0 saat melawan Persela Lamongan pada laga Liga 1 putaran kedua di Stadion Tuah Pahoe, dinilai Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran sangat tidak berdasar.

Dia menilai tudingan tidak berdasar tersebut, mempengaruhi psikologis pemain dan manajemen Tim Kalteng Putra yang menurun.

Dia menilai dampaknya cukup besar untuk Tim Kalteng Putra.

"Ketika kami (Kalteng Putra) menang melawan Persela Lamongan di kandang tim Kalteng Putra dituding ada mafia bola dalam pengaturan score. Kasusnya juga tidak tuntas. Padahal, kami membina atlet tidak mudah hingga masuk ke Liga 1 ini. Tudingan semacam ini akhirnya bisa berdampak pada menurunnya semangat tim," ujarnya.

Baca: Akhirnya Merry Kembali ke Raffi Ahmad & Nagita Slavina Dipikirkan Lagi, Orang Ini Penyebabnya

Baca: Bukan Sarjana? Riwayat Pendidikan Mulan Jameela Akhirnya Dirilis, Eks Duet Maia Estianty Cuma Ini

Baca: Krisdayanti Merasa Ditipu Raul Lemos Usai Tinggalkan Anang Hermansyah yang Kini Suami Ashanty

Gubernur mengatakan, untuk membangun semangat Kalteng Putra hingga masuk ke Liga 1, tersebut banyak yang harus dikorbankan, tenaga, waktu, pikiran, anggaran dan lainnya, tapi itu juga tetap dijalankan, karena niatnya ingin memajukan persepakbolaan Indonesia.

"Tapi Kalteng Putra sudah empat kali, kami pantau diperlakukan wasit tidak adil tidak fair," ujarnya.

Dikatakan Gubernur, pihaknya juga sudah beberapa kali melayangkan surat protes ke lembaga terkait di PSSI, namun somasi secara baik-baik tidak ditanggapi serius sehingga, tindakan pelemparan botol air mineral ke arah lapangan, merupakan luapan kekecewaan yang dilakukan dan mengingatkan agar jangan ada mafia bola dalam laga tersebut.

"Saya ini pencinta bola, kami membangun tim dengan susah payah, tetapi oknum mafia bola lah yang kerap merusaknya, ini harus diberangus. Saya melempar botol air mineral, saat laga jangan dilihat itunya, ambil hikmahnya, karena selama ini bicara baik-baik di negeri ini tidak didengar tapi setelah masuk media baru ribut, bagaimana Persepakbolaan kita mau maju jika seperti ini," ujarnya.

Manajemen Direktur Perlengkapan Kalteng Putra, Budi, mengatakan, pihaknya memang sudah beberapa kali diperlakukan wasit tidak fair dalam beberapa kali laga, dan sudah juga mengirimkan surat protes kepada lembaga terkait di PSSI tetapi tidak ditanggapi secara serius dan akhirnya mengecewakan.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan, sebelumnya, mengatakan, terkait, penyelidikan bersama Satgas Anti Mafia Bola dalam laga Kalteng Putra vs Persela Lamongan, pihaknya sudah memproses sembilan orang perangkat pertandingan.

"Namun tudingan adanya mafia bola dalam laga tersebut tidak terbukti, sembilan orang tersebut dilepas," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved