Lifestyle

7 Hal Positip yang Terjadi Pada Tubuh Saat Setop Mengonsumsi Pemanis Buatan

Pakar metabolisme, Caroline Cederquist, banyak orang mengonsumsi lima atau enam kali soda diet agar kenyang sepanjang hari tanpa menumpuk kalori.

7 Hal Positip yang Terjadi Pada Tubuh Saat Setop Mengonsumsi Pemanis Buatan
internet
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Untuk menghindari penyakit diabestes sejumlah orang menggunakan pemanis buatan rendah kalori seperti gula jagung.

Banyak orang beranggapan, pemanis buatan dapat membantu menurunkan berat badan dan tekanan darah tinggi karena mengandung kalori kosong.

Dilansir dari Kompas.com, pemanis buatan kerap digunakan sebagai alternatif gula murni. Banyak orang beranggapan, pemanis buatan dapat membantu menurunkan berat badan dan tekanan darah tinggi karena mengandung kalori kosong.

Padahal, terlalu banyak mengonsumsi pemanis buatan juga berefek negatif pada kesehatan kita. Melansir Hello Sehat,  BPOM sudah mengatur penggunaan pemanis buatan.

Contohnya aspartam, batas konsumsinya per hari adalah 40 mg/kg. Artinya jika berat badan kita 60 kg, maka batas konsumsi aspartam dalam sehari adalah 2400 mg.

Sebagai perbandingan, satu kaleng soda diet mengandung kadar aspartam sekitar 180 mg. Dengan begitu dalam sehari Anda diperbolehkan mengonsumsi kurang lebih 13 kaleng soda diet.

Demi kesehatan tubuh, sebaiknya kita benar-benar menghindari konsumsi pemanis buatan.

Berikut tujuh hal yang terjadi pada tubuh saat kita berhenti mengonsumsi pemanis buatan.

1. Mengatasi masa plateu

Masa plateu merupakan kondisi di mana berat badan tidak bisa turun lagi dalam kurun waktu tertentu, meski kita telah mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga.

Halaman
1234
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved