Berita Tanahlaut

Jembatan Timbang Kintap Tanahlaut Mulai Sosialisasi, Kelebihan Muatan Belum Diberi Tindakan

Usai dibangun sejak tahun lalu jembatan timbang Kintap Tanahlaut akhirnya mulai dioperasikan, dengan mulai masuknya angkutan barang.

Jembatan Timbang Kintap Tanahlaut Mulai Sosialisasi, Kelebihan Muatan Belum Diberi Tindakan
HO/UPPKB Kintap
Jembatan Timbang Kintap Tanahlaut mulai disosialisasikan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Usai dibangun sejak tahun lalu jembatan timbang Kintap Tanahlaut akhirnya mulai dioperasikan. Hal itu ditandai dengan masuknya angkutan barang ke dalam Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).

"Iya kita masih sosialisasi dan pendataan kendaraan angkutan barang," ujar Kepala UPPKB Kintap, M Rifani kepada Banjarmasinpost.co.id, Kamis (7/11/2019).

Namun jika disebut operasional secara keseluruhan, terangnya belum bisa.

Pasalnya fasilitas sarana prasarana belum memadai. Sebagian fasilitas masih dalam tahap pengerjaan hingga kini. Termasuk personel yang kurang.

"Sementara untuk yang melanggar, baik kelebihan muatan dan over dimensi masih belum kita beri tindakan, hanya berupa teguran," tambahnya.

Jembatan Timbang Kintap Tanahlaut
Jembatan Timbang Kintap Tanahlaut (HO/UPPKB Kintap)

Seperti diadakan sosialisasi Oktober lalu angkutan yang kedapatan kelebihan beban dan over dimensi diberi pilok pembatas.

Kadishub Kota Banjarmasin Sebut Penertiban Parkir di DI Pandjaitan dan S Parman Bukan Kewenangannya

Kunjungi Polda Kalsel, Mahasiswa Fakultas Hukum ULM Ini Juga Belajar Ilmu Olah TKP

Sementara ujar Rifani kini pihaknya juga masih belum berani mengarahkan angkutan masuk ke dalam jembatan dari Jalan A Yani. Hal itu dikarenakan dalam UU no 22 tahun 2009 petugas tidak boleh mengatur lalu lintas dijalan tanpa didampingi pihak kepolisian.

"Paling kita membantu mengarahkan kendaraan yang keluar dari jembatan timbang," tambahnya.

Ditanya tentang target pengoperasian secara keseluruhan, Rifani mengatakan belum tahu pasti. Pasalnya harus menunggu dari perintah dari kepala balai dan harus memehuni sarana prasarana jembatan timbang misalnya rambu-rambu dan lampu penerangan jalan.

Tak hanya itu jumlah petugas terang Rifani juga masih kurang. Berdasarkan PM 134 idealnya jumlah petugas di UPPKB berjumlah 13 orang sementara di UPPKB Kintap hanya ada tujuh orang.

Maraknya angkutan yang disebut-sebut melebihi kapasitas di daerah pesisir sebut Rifani telah diatur dalam kartu uji.

"Tapi dalam pelaksanaannya kita ada toleransi untuk berat muatan berdasarkan surat edaran Dirjenhubdat," tambahnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved