Kriminalitas Internasional

Keterlibatan Rusia Ketika Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17, Pemberontak Ukraina Eksekutornya

Ini Keterlibatan Rusia Ketika Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17, Pemberontak Ukraina Eksekutornya

Keterlibatan Rusia Ketika Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17, Pemberontak Ukraina Eksekutornya
AFP/DOMINIQUE FAGET
Gambar yang diambil pada 19 Juli 2014 memperlihatkan puing Malaysia Airlines MH17, dua hari setelah pesawat itu jatuh di Rassipnoe, kawasan yang dikuasai pemberontak di timur Ukraina. Sebanyak 298 tewas dalam insiden ketika pesawat hendak terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMSTERDAM - Ini Keterlibatan Rusia Ketika Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17, Pemberontak Ukraina Eksekutornya

Tim penyelidik internasional memaparkan bukti baru dugaan keterlibatan Rusia dalam jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 oleh pemberontak Ukraina.

Mereka menyebut ada serangkaian percakapan telepon yang memaparkan hubungan Kremlin dengan pemberontak "jauh lebih erat" dari yang dibayangkan.

Tim Investigasi Gabungan (JIT) yang dipimpin Belanda menyatakan, telepon antara pejabat Rusia dengan pemberontak Ukraina yang dituduh menembak MH17 makin intensif pada Juli 2014.

Dilansir Al Jazeera Kamis (14/11/2019), temuan itu memunculkan pertanyaan apakah Moskwa terlibat dengan menyediakan rudal yang dipakai menembak pesawat Malaysia Airlines itu.

VIRAL Video Emak-emak Seperti Tak Berdosa Tenteng Tas dengan Pede, Ternyata Curi Tas dari Toko Ini

TSUNAMI Terjadi di Bitung dan Ternate Serta 19 Gempa Susulan Pasca-gempa Magnitudo 7,1

CATAT! Ini Rahasia Diet Dewi Hughes, Biayanya Cuma Rp 20.000 Bisa Turun 11 Kg Sebulan

"Terdapat cukup banyak telepon harian yang terjadi antara pemimpin DPR dengan kontak mereka di Rusia," ujar JIT dalam keterangan resmi.

JIT merujuk kepada singkatan kelompok pemberontak Republik Rakyat Donetsk, di mana pembicaraan itu menggunakan saluran aman yang disediakan Moskwa.

Seluruh 298 orang yang ada di pesawat Malaysia MH17 tewas ketika ditembak di timur Ukraina ketika tengah terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur, 17 Juli 2014 silam.

Andy Kraag, Kepala Divisi Investigasi Kriminal Kepolisian Belanda berujar, telepon itu menunjukkan "dekatnya" pejabat Rusia dengan pemberontak.

Adapun pemberontak maupun pemerintah Negeri "Beruang Merah" sama-sama membantah sudah menembak pesawat yang membawa 283 penumpang dan 15 awak itu.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved