Berita Balangan

NEWSVIDEO : Pasarkan Kerupuk dari Tanaman Herbal

Helai perhelai, tangan Suwarti memetik lembaran daun pegagan di belakang rumahnya yang dijadikan bahan dasar kerupuk olahannya

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Helai perhelai, tangan Suwarti memetik lembaran daun pegagan di belakang rumahnya. Ya, daun tersebut digunakan oleh perempuan beranak tiga ini sebagai bahan dasar kerupuk yang ia olah.

Sejak kurang lebih setahun lalu, Suwarti, warga Desa Sumberrejeki, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalsel, mulai melakoni usaha dagang kerupuk. Ia berinovasi pada daun pegagan yang dikenal sebagai tanaman herbal.

Daun tersebut disulap Suwarti menjadi kerupuk yang mengandung bahan dasar bagus untuk kesehatan. Apalagi daun pegagan dikenal sebagai penyembuh beragam penyakit.

Daun pegagan dikenal sebagai tanaman herbal nan liar. Tumbuhan tersebut dapat membantu melancarkan aliran darah, menyamarkan stretch mark, meningkatkan fungsi otak kognitif, cepat menyembuhkan luka serta meredakan kecemasan atau stres.

Reaksi Tak Biasa Celine Evangelista Saat Stefan William Berdekatan dengan Natasha Wilona, Marah?

BERLANGSUNG Live Mola TV! Live Streaming Newcastle vs Man City Liga Inggris, Tak Link TV Online TVRI

Link Mola TV! Link Live Streaming Chelsea vs West Ham di Liga Inggris, Tak Siaran Langsung TVRI

Ciduk Pria Ini saat di Kamar Hotel, Polisi Amankan 2 Paket Sabu

Tanaman pegagan dibawa Suwarti dari Pulau Jawa. Ia mendapatkan ide untuk menjadikan tumbuhan tersebut sebagai camilan dari kampung halamannya.

Kini, Suwarti sudah mulai membudidayakan tanaman liar tersebut di belakang rumah. Ia juga telah mengajukan izin produk yang ia jual ke Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan.

Kerupuk pegagan yang dibuat oleh Suwarti kini sudah dipasarkan hingga ke Kota Paringin, ibu kota dari Kabupaten Balangan. Selain itu, ia juga telah memiliki pelanggan tetap yang selalu membeli kerupuk di tempatnya.

Sebungkus kerupuk pegagan dibandrol dengan harga Rp 2.000. Dalam sekali proses pembuatan, biasanya Suwarti memetik daun hingga beberapa wadah. Sementara gandum untuk bahan pelengkap mencapai lima kilogram.

Rasa yang ditawarkan dari kerupuk pegagan, yakni gurih di mulut. Ada pula rasa pahit yang dihasilkan dari daun herbal tersebut. Tentunya kerupuk milik Suwarti juga renyah saat digigit.

Meski belum dipasarkan secara luas, kerupuk Suwarti sudah laku di warung-warung terdekat. Dalam seminggu, ia membuat kerupuk sebanyak tiga kali.

Lebih ramai saat menjelang lebaran. Pesanan pun akan membludak untuk pembelian kerupuk pegagan.

"Kalau dulu itu cuma ingin dihidangkan saat lebaran. Semakin kesini, banyak peminat, akhirnya kami membuat untuk dijual," ucap Suwarti.

SESAAT LAGI Live Mola TV! Live Streaming TV Online Newcastle vs Man City Liga Inggris, Tak Live TVRI

7 Manfaat Bawang Dayak Bagi Kesehatan, Lihat Ciri Fisik dari Bawang Dayak Bedakan dari Bawang Merah

Lolos Seleksi, Dua Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin Ini Ikuti Student Mobility Program di 3 Negara

Tentunya, karena pegagan merupakan bahan dasar kerupuk tersebut, Suwarti pun menjaga tanaman itu. Ia selalu terjadwal untuk menyiram tanaman. Apalagi saat musim kemarau karena hawanya yang sangat panas.

Ia akui, saat musim panas, memang menjadi kendala untuk tanaman herbal yang ia rawat. Sehingga penyiraman pun lebih sering.

Ke depan, ia juga berencana untuk meluaskan usaha produksi rumahan yang ia lakoni. Termasuk memberikan cap produk dan memperluas pemasaran.(banjarmasinpost.coi.id /isty rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved