BPost Cetak

Bayu Ajak Siswa MAN Kapuas Sulap Sampah, Paduan Suara Pun Diiringi Irama Botol dan Galon

Ditangan sejumlah peserta didik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kapuas, Kalimantan Tengah, sampah bisa disulap menjadi alat musik.

Bayu Ajak Siswa MAN Kapuas Sulap Sampah, Paduan Suara Pun Diiringi Irama Botol dan Galon
BPost Cetak
Banjarmasinpost Edisi Selasa, (10/12/2019) 

BANJARMASINPOST.CO, KAPUAS - Sampah seakan menjadi masalah klasik di Indonesia. Akan tetapi di tangan sejumlah peserta didik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kapuas, Kalimantan Tengah, sampah bisa disulap menjadi alat musik.

Inovasi dan kreativitas ini tak lepas dari pemikiran guru seni budaya MAN Kapuas, Bayu Dwi Prasetyo S. Saat ditemui BPost, Bayu mengaku ide tersebut muncul dari kekhawatiran terhadap dampak negatif sampah di Kapuas. Hampir setiap hari dia mengamati lingkungan dan kerap menemukan sampah berserakan.

Kemudian terpikir olehnya, bagaimana supaya benda yang terbuang bisa dipakai kembali dan bernilai seni. Guru yang juga aktif membina kegiatan ekstrakurikuler paduan suara di MAN Kapuas ini pun mencoba mengungkapkan idenya kepada siswa.

Peserta didik pun diminta mengumpulkan barang bekas yang bisa digunakan untuk membikin alat musik. Di antaranya botol kaca, kaleng dan galon dan barang bekas lainnya yang bila dipukul menghasilkan nada.

Begini Detik-detik Tabrakan Maut di Gubernur Syarkawi, Terjadi Saat Dua Pengendara Bergerak Begini

Jadwal Live RCTI Timnas U23 Indonesia vs Vietnam di Final SEA Games 2019 Malam Ini, Medali Emas!

BREAKING NEWS : Honda Revo Vs Yamaha Jupiter MX di Gubernur Syarkawi, Satu Orang Meninggal Dunia

Setelah 28 Tahun, Takdir Garuda Muda Datangkan Emas

Oleh Bayu dan para siswa, benda-benda itu diisi dengan air dengan volume yang berbeda-beda untuk menghasilkan nada bervarasi. Siswa pun diminta memainkannya hingga menghasilkan irama. “Biasanya semakin banyak orang yang memainkan dan semakin beragam alatnya, maka akan semakin bagus musik yang dihasilkan,” ungkap Bayu.

Peserta didik sangat antusias dengan hal itu. Alat musik bikinan sendiri itu pun dihiasi agar tampak bagus.

Kreasi musik sampah atau barang bekas oleh sekolah kemudian dimasukkan ke materi dan praktik belajar di seluruh kelas XI, dimana Bayu bertugas mengajarkannya.

Hasilnya, MAN Kapuas menjadi salah satu sekolah yang dipercaya mewakili Kabupaten Kapuas untuk mengikuti Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah 2019.

Tepergok Naik Bus, Syahrini Teriak Bareng Aisyahrani, Istri Reino Barack Ternyata Lakukan Ini

Kekayaanya Capai Rp Rp 522,2 triliun, Bos Jarum Tetap Paling Tajir, Ini Sumber Pendapatannya

Sakit Hati Lihat Istrinya di Hotel Bersama Pria Lain, Tukang Tambal Ban Bakar Jukir sampai Tewas

Sebagai sekolah peduli lingkungan, ada beberapa kreasi lain yang telah dibuat peserta didik seperti pembuatan busana dari bahan daur ulang plastik serta pembuatan tas dari bekas kemasan gelas air mineral.

Kepala MAN Kapuas, Ahmad Mulyadi menyambut baik adanya program pembelajaran yang menyisipkan praktek peduli lingkungan. Ia pun menyampaikan harapannya agar ide-ide semacam ini dapat terus dikembangkan dan ke depannya dapat disisipkan ke dalam latihan ekstrakurikuler kelompok musik MAN Kapuas. (fadly setia rahman)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved