Berita Batola

Dinas PMD Batola Minta Enam Instalasi Pamsimas Rusak Diperbaiki Dengan Dana Desa, Warga Menolak

Dinas PMD Batola Minta Enam Instalasi Pamsimas Rusak Diperbaiki Dengan Dana Desa, Warga Menolak

Dinas PMD Batola Minta Enam Instalasi Pamsimas Rusak Diperbaiki Dengan Dana Desa, Warga Menolak
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Batola, Dahlan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Keberadaan enam lokasi proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pansimas) di Desa Puntik Luar, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola mubazir sejak 2012 silam mendapat perhatian dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Batola.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Batola, Dahlan, Rabu (11/12/19), jika memang aset enam proyek instalasi Pansimas di Desa Puntik Luar, Kecamatan Mandastana yang rusak itu merupakan aset desa, maka perbaikannya bisa menggunakan dana desa.

“Iya lewat masyuwarah desa (musdes), maka kerusakan enam proyek instalasi Pansimas di Desa Puntik Luar dianggarkan melalui dana desa,” katanya.

Menurutnya, pada 2019 ini harusnya justru proyek Pansimas di desa-desa itu bisa mengaliri air bersih ke warga desa, bukannya mubazir seperti di Desa Puntik Luar.

Camat Mandastana Batola Berjanji Cek Enam Lokasi Proyek Pamsimas Mubazir di Wilayahnya

Kekecewaan Nabila Syakieb pada Citra Kirana yang Nikahi Rezky Aditya, Shireen Sungkar Ucap Istigfar

Sebab Wajah Lesu Ashanty Akhirnya Terbongkar, Istri Anang Hermansyah Beberkan Fakta Sebenarnya

Progran Pansimas merupakan proyek melalui pemerintah pusat dan untuk pengerjaan fisiknya ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batola.

Enam lokasi proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Puntik Luar, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola mubazir sejak 2012 silam saat diresmikan. Padahal, dari pembangunan instalasi Pansimas tersebut, ratusan kepala keluarga (KK) warga Desa Puntik Luar berharap bisa mendapatkan air bersih.

“Iya selama ini untuk keperluan sehari-hari memakai air Sungai Kali Alalak yang ekstrim. Air dari sungai tersebut kadang keruh, masam, kalat hingga kadang hanta. Untuk minum memang beli dari penjual air leding keliling Rp3 ribu per jerigen,” kata Abdul Hasan, Kepala Desa Puntik Luar.

Menurut Hasan, enam lokasi instalasi Pansimas sudah dibangun sejak 2012 silam yakni di RT 04 sebanyak 1 buah, di RT 1 sebanyak satu buah, di RT 23 sebanyak 1 buah, RT 5 sebanyak satu buah, RT 10 sebanyak 1 buah, di RT 07 sebanyak satu buah dan di RT 9 sebanyak 1 buah.
“Jadi enam lokasi Pansimas itu tidak berfungsi sama sekali sejak dibangun pada 2012 silam,” katanya.

Menurutnya, Pansimas sendiri merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dengan dukungan Bank Dunia, program ini dilaksanakan di wilayah perdesaan dan pinggiran kota.

“Sejak dibangun sejak 2012 tahun silam dari enam lokasi Pansimas ini tidak ada setetes air sekalipun yang keluar,” katanya.

Hasan sudah menyampaikan ke instalator yang membangun Pansimas agar segera diperbaiki instalasi yang rusak, namun tidak pernah ada tanggapan. Saat ada musyawarah desa untuk penggunaan dana desa, warga menolak untuk penganggaran dana desa dari untuk perbaikan proyek Pansimas.

(Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved