Berita HSS
Jembatan Sungai Puting Tapin Dibuka, ini Dampaknya bagi Kecamatan Simpur dan Kalumpang
Seiring dibukanya Jembatan Sungai Puting, di atas Sungai Puting Kabupaten Tapin, November 2019 lalu, masyarakat Banua Anam yang hendak ke Marabahan
Penulis: Hanani | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Seiring dibukanya Jembatan Sungai Puting, di atas Sungai Puting Kabupaten Tapin, November 2019 lalu, masyarakat Banua Anam yang hendak ke Marabahan maupun ke Palangkaraya, Kalteng kini punya jalur alternatif.
Jembatan sepanjang satu kilometer tersebut telah menghubungkan ke dua wilayah.
Dampaknya, tak hanya ke kabupaten tetangga HSS tapi juga ke dua kecamatan, yaitu Simpur dan Kalumpang, yang berbatasan langsung dengan Margasari, Tapin.
Otomatis, arus lalu lintas yang melewati dua kecamatan tersebut jika mengambil jalur melewati jembatan Sungai Puting ke Marabahan, bakal lebih ramai.
• Aksi Betrand Peto Peluk Fans Ceweknya Bikin Heboh, Ini Reaksi Ruben Onsu dan Sarwendah Melihatnya
• Permintaan Maaf Billy Syahputra pada Nikita Mirzani, Imbas Baju Mahal yang Dibakar & Sering Prank?
• Maia Estianty Ngamuk di Instagram, Istri Irwan Mussry Tertipu Oknum Driver Gojek & Uang Melayang
Khusus untuk warga di dua kecamatan tersebut, Bupati HSS H Achmad Fikry mengingatkan agar mempersiapkan diri menerima perkembangan arus lalu lintas yang akan mulai bertambah di ruas jalan utama.
“Sehubungan telah dibuka dan diresmikannya Jembatan Sungai Puting di Kabupaten Tapin, tentu Kalumpang dan Simpur jadi lintasan pengendara. Dua kecamatan ini dilewati poros barat jalan Provinsi di Kalsel,” kata Fikry, saat berkunjung ke Kecamatan Simpur, dalam rangka sosialisasi RPJMD 2018-2023.
Sementara, Jakaria (50), warga Desa Karang Paci, Kecamatan Kalumpang, yang tinggal di sekitar jembatan besi Sungai Tabirai yang menghubungkan HSS-Tapin-Margasari-Batola- Palangkaraya mengatakan, sejak dibukanya jembatan tersebut lalu lintas mulai ramai melintas di Kecamatan Kalumpang.
Tak hanya sepeda motor, tapi juga mobil pribadi dan angkutan truk besar.
“Mereka yang dari Banua Anam pilih jalur ini karena memang lebih dekat dari sisi jarak,” katanya.
Husni, pengendara sepeda motor dari Barabai mengaku sering melewati jembatan sungai Tabirai lewat Kalumpang-Margasari, dan jembatan Sungai Puting jika hendak ke Batola menengok saudaranya yang tinggal di sana.
“Pernah pula ke Palangkaraya, naik sepeda motor, lebih cepat sampai, karena jalannya belum padat, serta kondisi jalan mulus,” kata Husni.
(banjarmasinpost.co.id/hanani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/jembatan-sungai-puting.jpg)