Berita Marabahan

Penerimaan Siswa Inklusi di Batola Dibarengkan PPDB SMPN 2020

Dinas pendidikan Batola memastikan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMPN khusus pelajar inklusi akan dibarengkan saat PPDB SMPN

Penerimaan Siswa Inklusi di Batola Dibarengkan PPDB SMPN 2020
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Kabid Pembinaan SMP Batola, Lulut Widanto 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas pendidikan Kabupaten Batola memastikan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMPN khusus pelajar inklusi akan dibarengkan saat PPDB SMPN berbasis zonasi pada Juni 2020 mendatang.

“Iya penerimaan pelajar inklusi itu dibarengkan PPDB SMPN berbasis zonasi pada Juni 2020 mendatang,” kata Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Batola Lulut Widanto, Selasa (31/12/19).

Menurut Lulut, penerimaan pelajar inklusi itu diatur peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan (Permendikbud) No 44 Tahun 2019, tentang penerimaan peserta didik baru (PPDB) berbasis zonasi jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK.

“Semua SMPN di Batola wajib menerima jika ada peserta inklusi,” kata Lulut.

Jelang Pergantian Tahun, Ratusan Warga Balangan Ikuti Salat Hajat bersama Bupati Ansharuddin

Nikmati Libur Tahun Baru 2020 di HST, Waspadai Titik Rawan Jalur Lalulintas Ini

Ucapan Yang Tersayang Ryochin Saat Bersama Luna Maya, Penegasan Hubungan Seperti Faisal Nasimuddin?

Tampung Anak Berkebutuhan Khusus, SMPN Berstatus Sekolah Inklusi di Batola Jumlahnya Segini

Ditambahkan Lulut, untuk jumlah maksimal pelajar inklusi setiap kelasnya sebanyak lima siswa. Sekolah-sekolah yang baru menerima pelajar inklusi diharapkan untuk berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pendidikan Inklusi (FKPI) Kabupaten Batola dan dinas pendidikan.

“Nantinya sekolah yang baru menerima pelajar inklusi ini akan di-SK-kan,” katanya.

Dipaparkannya, saat ini 30 SMPN dari 56 SMPN di Batola yang mendapatkan SK sekolah inklusi. Setiap tahunnya, kadang jumlah pelajar yang masuk ke sekolah inklusi itu tidak sama. Bahkan, kadang ada saja sekolah inklusi yang tidak ada pendaftarnya.

“Untuk pembelajaran dari sekolah inklusi tidak dipisah antara anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan pelajar reguler untuk menyamaratakan hak pelajar,” katanya.

Dijelaskannya, jika ada pelajar inklusi yang menganggu pelajar reguler saat belajar, tentu tingal penanganan dari pihak sekolah. Sekolah inklusi di Batola sudah dilengkapi pendamping dan sudah digelar pendidikan latihan (diklat) dengan nara sumber dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Jalan Nasional Ruas Margasari-Sungai Puting Diperbaiki, Pengendara Diminta Berhati-Hati

Sepanjang 2019, Imigrasi Kelas 1 A Banjarmasin Deportasi 20 WNA, Berikut Penjelasannya

Mantan Luna Maya, Ariel NOAH Ditagih Janji oleh Bunga Citra Lestari (BCL): Bilang Sayang Terus Lupa!

“Guru pendamping yang menjalani diklat, langsung praktek ke sekolah luar biasa (SLB). Pendamping inkkusi dibekali ketrampilan menangani pelajar inklusi,” katanya.

Menurutnya, bisa saja satu sekolah bisa menerima pelajar inklusi sampai 10 orang dengan catatan
jumlah siswanya banyak. Namun tentu jumlah pelajar inklusi itu akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran.

“Guru pendamping pelajar inklusi yang menjadi honor daerah (honda) juga terbatas karena disesuaikan dengan kemampuan anggaran,” katanya. (banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved