Breaking News:

BPost Cetak

Terima Suap Rp 46 Miliar dan TPPU Rp 87,4 miliar, Mantan Dirut Garuda Mengaku Khilaf

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk periode 2005-2014 Emirsyah Satar mengaku khilaf menerima suap Rp 4 6,3 miliar

Editor: Hari Widodo
kompas.com
Emirsyah Satar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk periode 2005-2014 Emirsyah Satar mengaku khilaf menerima suap Rp 4 6,3 miliar dan melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sekitar Rp 87,4 miliar terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat.

Hal itu disampaikan Emirsyah usai mendengarkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan surat dakwaan untuknya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (30/12).

“Yang mulia, saya sudah mendengarkan dakwaan. Dan kesempatan ini, saya meminta maaf karena persahabatan saya melakukan perbuatan khilaf,” ucap Emirsyah.

Jaksa KPK mendakwa Emirsyah menerima suap sekitar Rp 46,3 miliar dari pabrikan pesawat Airbus, ATR dan Bombardier Canada terkait pengadaan pesawat, mesin pesawat dan perawatannya.

Selain itu, terdakwa melakukan pencucian uang hingga Rp 87,4 miliar atas uang suap yang didapatnya.

Happy New Years 2020! 61 Ucapan Selamat Tahun Baru 2020, Kata-kata Mutiara dalam Bahasa Inggris

Sambut Tahun Baru 2020, Begini Doa Rasulullah yang Dianjurkan Dibaca di Akhir Tahun dan Awal Tahun

Awalnya Dikira Biawak, Saat Dipegang Ternyata Buaya Lalu Menerkam, Petani Ini Pun Terluka

Eks Dirut Jiwasraya Minta Diperiksa Habis Jumatan, Ini Penjelasanya

Emirsyah menilai apa yang disampaikan jaksa KPK dalam surat dakwaan adalah tidak semuanya benar. Ia meminta majelis hakim memberi keadilan saat pembacaan putusan nantinya.

Meski begitu, dia tidak mengajukan nota keberantan (eksepsi) atas dakwaan jaksa KPK. “Atas dasar ini juga saya tidak mengajukan eksepsi,” kata Emirsyah.

Jaska KPK dalam persidangan mendakwa Emirsyah Satar selaku Dirut PT Garuda Indonesia 2005-2014 bersama-sama dua anak buahnya, Hadinoto Soedigno dan Capt Agus Wahyudo, menerima uang dengan jumlah keseluruhan Rp 5,859 miliar; 884.200 dolar AS; 1.020.975 Euro dan 1.189.208 dolar Singapura.

Hadinoto merupakan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia periode 2007-2012 dan Agus adalah Direktur Teknik Executive Vice President Engineering PT Garuda Indonesia. Hadinoto telah dijerat KPK sebagai tersangka.

Suap itu diterima dari Airbus SAS, Rolll-Royce Plc dan Avions de Transport regional (ATR) melalui intermediary Connaught International Pte Ltd dan PT Ardhyaparamita Ayuprakarsa milik Soetikno Soedardjo. Suap itu juga diterima dari Bombardier Canada melalui Hollingsworld Management International Ltd Hong Kong dan Summberville Pacific Inc.

Suap tersebut diberikan karena Emirsyah telah mengintervensi pengadaan di Garuda Indonesia, yaitu pengadaan pesawat Airbus A330 series, pesawat Airbus A320, pesawat ATR 72 serie 600 dan Canadian Regional Jet (CRJ) CRJ 1000 NG, serta pembelian dan perawatan mesin Roll-Royc Trent 700.

Ditodong Senjata Api, 7 Karyawan Tak Berdaya saat Geng Perampok Angkut 42 Ton Karet

Pakai Kebaya Modern Panjang Lalu Tersangkut Gir, Perempuan Ini Tewas Setelah Jatuh dari Motornya

5 Aplikasi Pembuat Ucapan Selamat Tahun Baru 2020 di HP, Happy New Year 2020

Uang dari sejumlah pengadaan itu diberikan melalui Soetikno Soedardjo yang juga dikenal sebagai pemilik Mugi Rekso Abadi (MRA) Group supaya Emirsyah memuluskan sejumlah pengadaan yang sedang dikerjakan oleh PT Garuda Indonesia.

Jaksa menjelaskan suap diberikan karena Emirsyah memilih pesawat dari tiga pabrikan dan mesin pesawat dari Rolls Royce untuk Garuda Indonesia dalam kurun 2009-2014. (tribun network/gle/coz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved