Berita Tanahbumbu

Sofi dan Wahyu Rela Tak Tidur Demi Beras Singkong dari Tanah Bumbu

Gadis asal Batulicin, Tanah Bumbu, Kalsel, bersama temannya telah mampu merintis usaha memproduksi beras singkong.

Foto istimewa
Saat dapat bantuan. 

BANJARMASINPOST CO.ID - Gadis asal Batulicin, Tanah Bumbu (Tanahbumb, KBBI), Kalsel, ini bersama temannya telah mampu merintis usaha dengan menghasilkan produk baru yang diperlukan banyak orang.

Mereka memproduksi beras singkong. Ini adalah pengganti beras biasa. Juga, sebagai alternatif bagi mereka yang perlu menjaga kesehatan.

Beras singkong ini kandungan gizinya rendah gula, sehingga dapat membantu masyarakat yang karena suatu penyakit harus membatasi konsumsi makanan mengandung gula tinggi.

Sofi Fauzia Al Hikmah menggarapnya berdua dengan teman sekantor di bagian Protokoler Pemkab Tanah Bumbu, yaitu Wahyu Santoso.

Jelang Visit Kalsel Year 2020, Ini Destinasi Wisata Andalan Tanahlaut

Tertarik dengan Potensi, Desa Pararain HSU Kembangkan Budidaya Papuyu dengan Bioflok

Momen Memalukan Syahnaz Saat Lahirkan Ponakan Raffi Ahmad & Nagita Slavina Dibongkar, Dokter Tertawa

"Awalnya kami sering diskusi mengenai usaha. Dan pada pertengahan 2019, munculah ide memanfaatkan singkong," ungkap gadis kelahiran Blitar, Jawa Timur, 25 April 1999 ini.

Apalagi bahan baku singkong di Tanah Bumbu cukup banyak, sebab banyak juga petaninya dan secara penjualan mereka juga bingung ke mana lagi menghabiskan hasil panen.

"Kami juga ingin agar singkong yang selama ini imejnya adalah makanan bisa lebih luas lagi pemanfaatannya. Jadi, kami mencoba merubah paradigma dengan menjadikan singkong sebagai makanan kekinian," alasannya.

Kemudian, mereka ikut pelatihan yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Melalui presentasi yang dipaparkan, akhirnya mendapat bantuan modal usaha.

Keheranan Maia Estianty Pada Luna Maya & Ryochin Saat Raffi Ahmad-Nagita Slavina Bagikan Foto Mereka

Kepengurusan Rugby Kalsel Terbentuk, Ini Sosok Sang Ketua dan Perintis di Banua

"Setiap berbisnis, pasti ada suka dan dukanya. Apalagi bagi kami yang masih anak muda dan masih belajar wirausaha," terang mahasiswa Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), ini.

Bangganya pula, lanjut dia, produk sudah dilaunching oleh Bupati Tanah Bumbu pada 16 Oktober 2019. Jadi, sudah resmi dan aman beredar di pasaran.

Selama beberapa bulan ini mereka lakukan semuanya. Khusus promosi menggunakan media sosial di antranya Instagram yang dikelola, semenarik mungkin. "Penjualan, Alhamdulillah lancar. Grafiknya menaik," papar Sofi.

Warga Tak Bisa Mendulang Intan karena Seperti ini Kondisi di Pumpung Cempaka

Perumda Siapkan Dana Rp 3 Miliar untuk Pengembangan UPPB di Tabalong

Penjualan tak hanya di Tanah Bumbu, tapi juga hingga ke Banjarbaru dan Banjarmasin. Rencana, ikut pameran Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) pada pertengahan 2020 di Jakarta. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved