Berita Tanahbumbu

Penyelidikan Pencemaran Sungai Satui Tunggu Hasil Pemeriksaan Sampel Air, Polres Tanbu Surati DLH

Penyelidikan tercemarnya air sungai Satui, Desa Sungaidanau, Kecamatan Satui, Tanahbumbu menunggu hasil pemeriksaan sampel air.

Penyelidikan Pencemaran Sungai Satui Tunggu Hasil Pemeriksaan Sampel Air, Polres Tanbu Surati DLH
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Kasat Reskrim Polres Tanahbumbu Iptu Andi Muhammad Iqbal SIK 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Kasus tercemarnya air sungai Satui, Desa Sungaidanau, Kecamatan Satui, Tanahbumbu yang meresahkan masyarakat terlebih nelayan yang menggantungkan hidup dari sungai menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Terkait tercemarnya sungai Satui, permasalahan tercemarnya sungai menjadi atensi Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Tanahbumbu beberapa yang waktu lalu melakukan pengambilan sampel air.

"Secara fisiknya sudah kita lihat perubahan fisik warna air," kata Kapolres Tanahbumbu AKBP Sugianto Marweki SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Andi Muhammad Iqbal, Jumat (10/1/2020).

Namun untuk mengetahui kondisi kadar air, menurut Iqbal, masih menunggul hasil pemeriksaan dari Dinas Lingkungan Hidup. Pihaknya, bahkan sebelumnya telah bersurat terkait hal tersebut.

Tanggal 10-15 Januari Terjadi Cuaca Ekstrem, BPBD Tanahbumbu Sampaikan Imbauan ini

Ruas Jalan Sekumpul Langganan Banjir Kala Musim Penghujan, Begini Harapan Warga

Diam-diam Andhika Pratama Minta Maaf Pasca Nikita Mirzani Amuk Suami Ussy, Sohib Billy Beri Deadline

Reino Barack Tepergok Acuhkan Syahrini Saat Makan Malam, Suami Incess Ternyata Pilih Lakukan Ini

"Sudah lama kami surati (DLH), sejak kami dari lapangan," ungkap Iqbal kepada banjarmasinpost.co.id melalui telepon genggamnya.

Sementara itu Kepala DLH Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo, dikonfirmasi awak media mengatakan, terkait sampel air pengambilan dilakukan pihak Polres Tanahbumbu sudah diambil alih DLH Provinsi.

Alasannya, indikator penyebab tercemarnya air sungai Satui sudah menyangkut lintas kabupaten (Tanahbumbu dan Tanahlaut).

Namun lanjut Rahmat, untuk sekarang ini kondisi sungai mulai kembali normal. Oleh karena itu, ada rencana pihaknya melakukan penyemaian bibit ikan dan udang di sungai tersebut.

"Penyemaian bibit sebagai langkah jangka pendek," jelas Rahmat.

Gerhana Bulan Penumbra pada 11 Januari 2020, Cek Tata Cara & Bacaan Niat Shalat Gerhana Bulan

Pascahujan Deras, Siring Kemuning Ambruk, Dinas PUPR Banjarbaru Siapkan 30 Bronjong

Semua Video Betrand Peto Dihapus dari YouTube Jadi Keinginan Haters Kata Ruben Onsu, Suami Sarwendah

Terpisah, sebelumnya pernah diberitakan air sungai Satui tercemar diduga karena aktivitas penambangan mengakibatkan ikan dan udang mati mendadak.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel air oleh DLH Tanahbumbu, penyebab matinya ikan dan udang karena tingkat keasaman air (Ph) melebihi standar baku mutu.

(banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved