Berita Tapin

Diberi Gelar Datu Dalit, Produk Tikar Dalit Mariani Dipasarkan hingga Denpasar dan Surabaya

Mariani adalah Ketua Kelompok Perajin Purun di Desa Sungai Rutas, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin

Diberi Gelar Datu Dalit, Produk Tikar Dalit Mariani Dipasarkan hingga Denpasar dan Surabaya
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Mariani adalah Ketua Kelompok Perajin Purun di Desa Sungai Rutas 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Mariani adalah Ketua Kelompok Perajin Purun di Desa Sungai Rutas, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Awal tahun ini, Mariani justru sibuk memenuhi permintaan pelanggannya berupa kerajinan tikar dalit.

Tikar itu laku di pasarkan di daerah Denpasar, Bali dan Surabaya, Jawa Timur.

"Kalau di Bali, katanya untuk para turis berjemur. Kalau di Jawa dijadikan alas di rumah karena tikar berbahan purun ini untuk terapi penyakit rematik," katanya.

Obok-obok Kedaulatan RI di Natuna, Berikut Kemarahan Negara di Dunia yang Melibatkan Nelayan China

Pramugari Siwi Sidi Akan Dipanggil pada Senin, Polisi: Barang Bukti Lengkap Siap Gelar Perkara

NEWSVIDEO : Pasar Tungging Belitung Tak Lagi Jual Pakaian Bekas

Pemuda Gang Jamaah II Ditangkap, Sembunyikan 1,3 Ons Sabu Dalam Tabung Saringan Udara Motor

Mariani disebut warga setempat, Datu Dalit. Itu karena kemampuannya membuat kerajinan tikar Dalit dari bahan purun.

Awalnya hanya membuat tikar purun biasa untuk menjemur hasil panen padinya.

Belakangan kemampuan Mariani menganyam purun itu dilirik Pemerintah Kabupaten Tapin dan dibina Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Tapin.

Dia diikutkan pelatihan menganyam ke sejumlah perajin di Pulau Jawa, sejak 1983 silam.

Bahkan pernah selama 14 hari ikut pelatihan langsung rumah perajin di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

"14 hari menginap di rumah perajin anyaman enceng gondok di Sleman. Di sana kerajinan tangan anyaman dikerjakan sejak pukul 08.00 Wita," katanya bercerita.

Upahnya kala itu hanya Rp 3000 per meternya. Kalau di Kabupaten Tapin, per meter anyaman purun Rp 7500.

Peringatan Keras Sule ke Teddy Pasca Bahas KDRT, Ini Fakta Racun di Tubuh Lina, Ibu Rizky Febian

Keren, Dibanderol Rp 5 Jutaan, Skuter Listrik Ini Sudah Dilengkapi STNK dan BPKB

Tewaskan 176 Penumpangnya, Pesawat Boeng 737 Ukraina Ini Ternyata Tak Sengaja Ditembak Rudal Iran

"Itupun tidak ada yang mau mengerjakan meski upahnya lebih besar dari kerajinan di Pulau Jawa," katanya.

Usaha kerajinan tangan anyaman purun itu masih tergantung permintaan pelanggan. Dia juga pernah memberikan pelatihan kerajinan purun di Kabupaten Tanahlaut.

Jika sepi order, Mariani mengerjakan pertanian padinya seluas 100 borongan atau sekitar tiga hektar. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved