Travel

Pokdarwis berharap KWK Mawarung Baimbai Lebih Tertata

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sungai Jingah memiliki banyak harapan terhadap destinasi wisata Mawarung Baimbai.

Tayang:
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID/AHMAD RIZKI ABDUL GANI
Pedagang di KWK Mawarung Baimbai, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sungai Jingah memiliki banyak harapan terhadap destinasi wisata Mawarung Baimbai.

Tidak hanya puas dengan kondisinya saat ini, sekarang mereka juga sedang merancang konsep para pedagang yang berjualan di lokasi tersebut.

Salah satunya dengan menata para pedagang dengan berjualan berjejer memanjang. Hal itu bertujuan agar para pedagang bisa terlihat lebih tertata ke depannya.

Meskipun demikian, Kawasan Wisata Kuliner (KWK) Mawarung Baimbai saat ini masih menjadi sebuah destinasi yang wajib dikunjungi para wisatawan ketika berkunjung ke Kota Banjarmasin Kalsel.

NEWSVIDEO: Diguyur Hujan, Jambore MadrasahTsanawiyah HST Dipulangkan

Turis Filipina pun pernah berkunjung ke KWK Mawarung Baimbai

Ancaman Sule Tuntut Balik Teddy Suami Mendiang Lina, Pasca Ayah Rizky Febian Dituding KDRT

Obok-obok Kedaulatan RI di Natuna, Berikut Kemarahan Negara di Dunia yang Melibatkan Nelayan China

Pasalnya di tempat ini, selain wisatawan akan diajak mengenal lebih banyak kuliner khas Banjar, juga bisa mencicipi langsung keanekaragaman dari kudapan ringan hingga berat khas banua.

Seperti Putu Mayang, Laksa, Kakicak, Nasi Kuning, Soto Banjar serta banyak lagi lainnya, yang bahkan bila ditotal jenisnya pun mencapai puluhan ragam kuliner khas Banjar.

Nah, buat kalian yang penasaran ingin mengunjungi destinasi kuliner di Kecamatan Banjarmasin Utara satu ini, sebetulnya sangat mudah.

KWK Mawarung Baimbai bisa ditempuh melalui dua jalur sekaligus yaitu darat dan sungai. Untuk lewat darat kalian cukup membutuhkan waktu sekitar 15 menit dari tugu nol Kilometer.

Pengunjung sedang menikmati menu khas di KWK Mawarung Bawarung.
Pengunjung sedang menikmati menu khas di KWK Mawarung Bawarung. (BANJARMASINPOST.CO.ID/AHMAD RIZKI ABDUL GANI)

Diantaranya melalui Jalan DI Pandjaitan, S Parman, Cemara Raya, Sultan Adam hingga tiba di Bawah Jembatan Banua Anyar atau Jalan Meseum Perjuangan.

Sedangkan alternatif akses darat lainnya, kalian bisa juga melalui Jalan DI Pandjaitan, Sulawesi, Jalan Sultan Adam dan tiba di Bawa Jembatan Banua Anyar.

Nah, untuk pengunjung yang ingin melalui jalur sungai, wisatawan tinggal datang ke dermaga Siring Tendean Kota Banjarmasin untuk menaiki perahu motor atau kelotok.

Ketika tiba di KWK Mawarung Baimbai, para pengunjung juga tidak dipungut biaya retribusi masuk. Melainkan hanya perlu mengeluarkan uang senilai Rp 2.000 untuk jasa parkir.

Nah, setelah itu maka kalian akan bisa keliling-keliling untuk melihat dan mengenal berbagai kuliner khas Banjar. Meskipun jangan lupa, bagi kalian yang mencicipinya untuk membayar kudapan tersebut.

Harganya kudapan dan makanan yang dijual pun terbilang cukup relatif murah. Bahkan menurut ketua kelompok sadar wisata Kelurahan Sungai Jingah, hanya dengan uang Rp 10.000 perut wisatawan sudah bisa kenyang dibuatnya.

Selain itu, yang juga menjadi ciri khas pusat perbelanjaan kuliner ini, aneka kudapan serta makanan yang dijual sangat banyak. Bahkan bila ditotal ada sekitar 80 an jenis kuliner ditawarkan.

Diantaranya seperti Nasi Kuning, Nasi Sop, Soto Banjar, Laksa, Putu Mayang, Kue Ipau, Kararaban, Lempeng Bakunyung, hingga banyak lagi jenis kuliner lainnya.

Namun buat kalian yang ingin ke tempat tersebut, perlu mencatat satu hal ini. Pasalnya, kawasan wisata kuliner Mawarung Baimbai tidak buka setiap hari.

Melainkan dalam sepekan hanya beroperasi dua hari yaitu setiap Selasa dan Sabtu. Selain itu, begitu juga waktu beroperasi, destinasi ini mulai buka dari pukul 15.00 sampai paling lama pukul 20.00.

Namun jangan heran, bila berkunjung ke tempat tersebut, ketika lebih malam kalian berkunjung, justru akan sudah menemui sejumlah pedagang nampak lengang.

Karena selain mereka beroperasi berpatok dengan waktu, pedagang kawasan wisata kuliner Mawarung Baimbai juga akan bergantung pada barang dagangannya.

Semakin cepat habis mereka menjual kulinernya maka akan semakin cepat pula mereka menutup lapak jualannya.

Selain bisa mengenal dan mencicipi langsung beraneka ragam kuliner khas Banjar.

Para pengunjung sebetulnya juga bisa menikmati ketenangan dan keindahan Sungai Martapura.

Selain itu, persis di samping para pedagang berkumpul menjajakan kulinernya juga terdapat meseum Wasaka.

Nah, di meseum ini kalian bisa berpetualang melihat lebih dalam sejarah kota berjuluk seribu sungai bahkan Kalimantan Selatan sekalipun.

Sehingga, tidak heran dengan menyimpan banyak daya tarik tadi membuat terus eksistensi hingga sekarang.

Hal ini terbukti dengan banyaknya para pengunjung yang datang. Bahkan menurut ketua kelompok sadar wisata setempat, dalam sepekan atau dua kali beroperasi yakni saban Selasa dan Sabtu pengunjung bisa mencapai 1.000 orang.

Tidak sampai di situ, bukti yang lain yang seolah menjadi hal wajib bagi para wisatawan bertandang ke destinasi ini, beberapa waktu yang lalu KWK Mawarung Baimbai kedatangan turis Filipina.

Mereka adalah para mahasiswa Filipina yang sedang menjalani pertukaran pelajar dari negara asalnya ke Indonesia.

Kawasan Wisata Kuliner (KWK) Mawarung Baimbai
Kawasan Wisata Kuliner (KWK) Mawarung Baimbai (banjarmasinpost.co.id/ahmad rizky abdul gani)

Selain itu, tidak hanya turis mancanegara, destinasi yang bertempat di bawah Jembatan Banua Anyar ini juga sering kedatangan wisatawan asal Provinsi tetangga sampai ibu kota negara atau Jakarta.

Namun banyak cerita menarik seiring perjalanannya yang mengantarkan eksistensi kawasan wisata kuliner Mawarung Baimbai pun bertahan sampai saat ini.

Salah satunya dalam hal lokasi, KWK Mawarung Baimbai terhitung sampai sekarang ini sudah tiga kali berpindah tempat.

NEWS VIDEO: Wisata Kuliner Mawarung Baimbai, Cicipi Kuliner Sambil Berpetualang Mengenal Sejarah

80 Macam kuliner Khas Banjar Ada di KWK) Mawarung Baimbai Banjarmasin

Fotonya Viral, Kondektur Ini Disebut Mirip Sandiaga Uno hingga Siwon, Begini Ternyata Sosoknya

Pertama di RT 17, kemudian samping Depot Soto Yana Yani hingga terakhir dan masih eksistensi sampai saat ini di bawah Jembatan Banua Anyar atau samping meseum Wasaka.

Selain itu, dalam perjalanannya pedagang KWK Mawarung Baimbai sebetulnya tidak sebanyak sekarang. Justru saat pertama kali beroperasi di bawah jembatan tersebut hanya berjumlah tiga orang.

Namun berkat kesabaran serta gencarnya promosi di media sosial, KWK Mawarung Baimbai sekarang ini justru terus dilirik para penggiat usaha kuliner.

(banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved