Berita Banjarmasin

Begini Manfaat Kunker Dewan Kalsel ke Finlandia Menurut Kadishut Kalsel

KadishutKalsel, Hanif Faisol Nurrofiq sebagai salah satu stakeholder utama di bidang kehutanan beberkan manfaat keberangkatan Dewan kalsel ke Finlandi

Begini Manfaat Kunker Dewan Kalsel ke Finlandia Menurut Kadishut Kalsel
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Kadishut Kalsel, Hanif Faisol (kiri) bersama Ketua DPRD Kalsel usai gelar rapat koordinasi di DPRD Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Negara Finlandia di Eropa menjadi salah satu tujuan para Anggota DPRD Provinsi Kalsel melakukan kunjungan kerja untuk belajar terkait pengelolaan hutan dan lingkungan di Tahun 2020 ini.

Namun selain misi tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Hanif Faisol Nurrofiq sebagai salah satu stakeholder utama di bidang kehutanan beberkan manfaat kedatangan Wakil Rakyat Kalsel tersebut ke Eropa.

Dijelaskan Hanif, kedatangan DPRD Provinsi Kalsel sebagai lembaga Legislatif akan membawa dampak besar dan tak hanya menunjukkan upaya Kalsel tapi juga Indonesia untuk memerangi kampanye hitam yang didengungkan Uni Eropa terhadap industri kelapa sawit Indonesia.

Dukungan DPRD Kalsel dengan hadir ke Finlandia dinilainya dapat membantu menunjukkan bahwa perhatian Pemerintah Indonesia termasuk di Kalsel terhadap kelestarian hutan serius dan menjawab tuduhan Uni Eropa bahwa industri kelapa sawit di Indonesia dibangun dari konversi hutan adalah hal yang keliru.

Kedapatan Bawa Paket Hemat Sabu, Dua Warga Kecamatan Selat Kapuas Ini Dibekuk Polisi

Usai Salat Subuh Berjemaah, Bupati HSS Kunjungi Pedagang Pasar Sirih Kalumpang

Kata dr Boyke Soal Kasus Reynhard Sinaga, Setuju Tak Dipenjara Jika Terbukti Alami Kondisi Ini?

Respon Negatif Anak Ashanty, Azriel soal Aurel Hermansyah Nikah Saat Kedekatan dengan Atta Menyeruak

Buktinya menurut Hanif, besaran lahan kritis di Kalsel saat ini menurun dari yang sebelumnya seluas kurang lebih 600 ribu hektar menjadi 511 ribu hektar.

Apalagi menurutnya bagi Kalsel industri kelapa sawit merupakan penyumbang devisa terbesar kedua setelah industri batubara.

Dibeberkan Hanif, Finlandia juga saat ini menjadi salah satu negara terbesar yang menjadi tujuan ekspor hasil industri kelapa sawit Kalsel yang dikirim via Singapura.

Sehingga kepentingan sumber ekonomi dari industri kelapa sawit menurutnya harus dengan serius dilindungi.

"CPO kita saat ini menjadi penyumbang terbesar kedua setelah batubara, kita harus amankan itu di sisi Provinsi. Sedangkan di sisi Nasional kita harus mampu membantu Pemerintah RI menjelaskan kepada dunia bahwa perhatian kita terhadap hutan sangat serius meskipun memiliki industri sawit," kata Hanif saat hadiri agenda rapat koordinasi dengan DPRD Provinsi Kalsel di minggu kedua Bulan Januari 2020.

Kedatangan Anggota Legislatif Kalsel di Finlandia menurutnya juga memang sudah diharapkan Duta Besar Indonesia di Finlandia sebagai tindaklanjut atas kerjasama sektor kehutanan dan pariwisata antara Indonesia dan Finlandia.

Hal ini juga dibenarkan Ketua DPRD Provinsi Kalsel, H Supian HK. Menurutnya jika terealisasi, keberangkatan kunjungan kerja studi komparasi ke Finlandia akan dilakukan melibatkan pula pihak Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel karena sudah adanya kerjasama yang dibina Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel dengan Finlandia.

Sedangkan terkait landasan hukum DPRD Provinsi Kalsel laksanakan kunjungan kerja dan studi komparasi ke luar negeri menurutnya sudah terpenuhi dan mendapat lampu hijau dari Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian Keuangan RI sejak Tahun 2019 lalu.

Terseret Kasus Korupsi Pembangunan Bandara Beringin, Konsultan Pengawas Ini Dijebloskan ke Penjara

Campur Tangan Ussy dalam Konflik Nikita Mirzani & Andhika Pratama, Redam Sohib Billy Syahputra?

Gerak-gerik Sule Saat Tahlilan Lina Disorot Pakar, Ayah Rizky Febian Disebut Punya Hal Tersembunyi

Namun selain fokus pada aspek kehutanan, ada pula beberapa locus yang akan dibahas termasuk terkait pendidikan, pengembangan sumber daya manusia dan hal lainnya.

Karena itu menurutnya keberangkatan ke Finlandia walau tetap dilaksanakan secara bersama-sama oleh seluruh Komisi-Komisi, namun fokus yang akan didalami berbeda-beda setiap Komisinya.

"Jadi bukan semuanya terkait kehutanan. Supaya masing-masing Komisi bisa membawa pulang ilmu dan manfaat untuk diterapkan di Kalsel," terangnya. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved