Berita HSS

Kesulitan Pungut Retribusi Sarang Walet di HSS, Bakeuda Cari Cara Pengusaha Aktif Setor ke Daerah

Bakeuda Kabupaten HSS, potensi retrebusi di sektor usaha sarang burung wallet cukup banyak, seiring maraknya masyarakat membangun usaha tersebut.

Tayang:
Editor: Hari Widodo
mukhtar wahid
Ilustrasi-bangunan sarang walet 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), potensi retrebusi di sektor usaha sarang burung wallet cukup banyak, seiring maraknya masyarakat membangun usaha tersebut di sawah-sawah hingga sekitar perumahan penduduk. Namun, pendapatan daerah di sektir tersebut belum maksimal.

 Masalahnya, sistem pemungutannya masih self asssisment, dimana pembayarannya tergantung kesadaran wajib pajak menyetorkannya sendiri ke kas daerah.  Selain itu, berapa pendapatan pemilik usaha tiap kali transaksi sulit bagi petugas mengawasi dan mengetahuinya. Masalahnya, usaha mereka tertutup, hanya diketahui antara penjual dan pembeli.

 “Jadinya tergantung kejujuran pemilik usaha dan pembeli,”kata Fajar Abdi, Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Perimbangan, kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat 10 Januari 2020. Menurut Fajar, pihaknya masih mencari solusi atau pola yang tepat dalam rangka memaksimalkan PAD dari sarang wallet tersebut.

 Bahkan ada waca, bekerjasama dengan kejaksaan, agar pemilik usaha bersedia memberikan kunci gembok bangunan sarang kepada kepolisian atau kejaksaan, untuk mempermudah pengawasan.

Warga Pengambangan Banjarmasin Kalsel Khawatir Jatuh Korban di Jembatan Rusak

NEWSVIDEO : Jembatan Gantung Desa Babayau Kecamatan Paringin Ambruk, Begini Kondisinya

Kata dr Boyke Soal Kasus Reynhard Sinaga, Setuju Tak Dipenjara Jika Terbukti Alami Kondisi Ini?

Akhirnya Ahmad Dhani Ungkap Alasan Pilih Mulan Jameela & Depak Maia Estianty, Ashanty & Anang Kaget?

 “Tapi masih sebatas rencana. Bagaimana baiknya nanti, pola pengawasannya, masih kita carai,”kata Fajar. Disebutkan, pungutan retribusi sarang wallet, hnya per tiap kali panen atau tiap transaksi dengan pembeli. Tarifnya pun, Pemkab HSS sudah memberi toleransi, yaitu 2,5 persen dari nilai jual.

 Semula, ditetapkan 10 persen, namun mendapat keluhan dari para pemilik usaha. Diakui, untuk pendapatan 2019 di sektir tersebut masih rendah, karena masih kurangnya kesadaran pemilik usaha menyetorkan kewajibannya.

“Kendala lainnya, petugas lapangan kami masih kurang,”kata Fajar.

Disebutkan, usaha sarang wallet tersebar di berbagai kecamatan di HSS. Termasuk tiga kecamatan Daha, yaitu Daha Selatan, Daha Barat dan Daha Utara. Namun, untuk tiga kecamatan tersebut belum sama sekali tergarap.

Nagita Slavina Dicurigai Bawa Benda Terlarang, Istri Raffi Ahmad Diperiksa Petugas Keamanan Bandara

Curah Hujan Tinggi, Bamboo Rafting di Loksado Justru Tambah Diminati, Ini Alasannya

DPRD Kabupaten Tapin Kalsel Minta Tunjangan Perumahan dan Transportasi Dinaikkan, Begini Alasannya

 PADA HSS selama ini bersumber dari 11 sektor, yaitu perhotelan, restoran/rumah makan, hiburan, reklame, penerangan jalan umum, mineral bukan logam dan batuan, parkir, air bawah tanah, sarang burung wallet PBB-P2, serta BPHTB.

Sebelas sektrr tersebut, ditambah pajak daerah, hasil pengelolan kekayaan daerah yang dipisahkan , serta lain-lain PAD yang sah. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved