Berita Jakarta

VIDEO Massa Mengaku Dibayar Rp 100 Ribu Dipotong Rp 40 Ribu untuk Demo Anies Baswedan, Dewi Tanjung?

VIDEO Massa Mengaku Dibayar Rp 100 Ribu Dipotong Rp 40 Ribu untuk Demo Anies Baswedan, Dewi Tanjung Membantah

Lusius Genik
Politikus PDIP Dewi Tanjung berorasi bersama massa Jakarta Bergerak di patung kuda Arjuna Wiwaha Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020). 

Hamim balas menyebut aksi yang dilakukan Dewi Tanjung untuk melengserkan Anies Baswedan sebagai tindakan makar.

Politisi PDIP Dewi Tanjung. (KOMPAS.COM/RINDI NURIS)

Maka dari itu, Hamim menyebut pihaknya harus datang untuk mendampingi aksi yang ia duga sebagai makar itu.

"Terus yang kedua, Mbak Dewi ini aksinya kemarin untuk menurunkan Pak Gubernur, makanya yang itu kami hadir," ujar Hamim.

"Bang Jafar hadir untuk mengawal. Jadi kalau Mbak Dewi bilang mau turunkan Pak Gubernur tuh makar tuh, kita duga itu makar," sambungnya.

Aksinya disebut makar, Dewi Tanjung langsung tidak terima lantaran baginya istilah makar hanya berlaku untuk menggulingkan kepala negara.

"Makarnya dari mana?" tanya Dewi Tanjung.

"Ya kita duga, itu patut diduga makar," jawab Hamim.

"Makar itu bahasa untuk presiden, sedangkan tidak ada pasal untuk makar untuk kepala daerah, Anda harus mengerti kitab undang-undang," tegas Dewi Tanjung.

Dewi Tanjung menganggap wajar saja warga Jakarta yang kecewa kepada gubernurnya menuntut Anies Baswedan untuk mundur.

Hamim pun membela Anies Baswedan dan menyebut sudah maksimal dalam menangani banjir.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved