Berita Tanahlaut

Rasa Otimistis Komisi II DPRD Kalsel Melihat Pelabuhan Pelaihari, Picu Perkembangan Industri Jorong

Komisi II DPRD Kalsel Optimistis Pelabuhan Pelaihari Bisa Picu Perkembangan Kawasan Industri Jorong

Rasa Otimistis Komisi II DPRD Kalsel Melihat Pelabuhan Pelaihari, Picu Perkembangan Industri Jorong
Humas DPRD Kalsel
Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo (kanan) memantau uji coba sandar Pelabuhan Pelaihari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pelabuhan Pelaihari yang berlokasi di Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel akhirnya dapat mulai disandari kapal seiring suksesnya uji coba sandar kapal yang dilaksanakan di Minggu ketiga Bulan Januari 2020 ini.

Memiliki panjang dermaga 1.100 meter, lebar 14 meter dengan kapasitas sandar sebanyak 4 kapal sekaligus, aset pelabuhan ini dimiliki oleh Kementerian Perhubungan dan berada di bawah Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Kintap.

Dengan suksesnya uji coba sandar kapal, Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Provinsi Kalsel, Imam Suprastowo optimistis pelabuhan ini bisa picu perkembangan kawasan Industri Jorong.

Menurut Imam, walaupun sebagai pelabuhan multifungsi, namun Pelabuhan Pelaihari juga diproyeksikan sebagai jalur distribusi laut hasil produksi crude palm oil (CPO) dari Kabupaten Tanah Laut menggunakan kapal-kapal tanker pengangkut CPO.

Tenaga Honorer di Disdik Balangan Kontrak Kerja dengan Kepala Dinas

Rayakan HUT ke -39, Loksado Suguhkan Buah Langka, Bupati HSS Pun Disambut Tari Anghanah Meratus

Foto Masa Lalu Syahrini & Reino Barack Sebelum Menikah Beredar, Incess Diajari Keluarga Suami

Apalagi menurutnya saat ini sudah ada tujuh pabrik kelapa sawit yang sudah berproduksi optimal memproduksi CPO di kawasan Kabupaten Tanah Laut.

Adanya Pelabuhan Pelaihari dinilai dapat membuka akses lebih mudah dan memangkas biaya dan waktu distribusi untuk salurkan CPO hasil industri kelapa sawit di Kabupaten Tanah Laut yang selama ini masih dilakukan melalui Pelabuhan Trisakti dan Pelabuhan di Batulicin.

Jika sudah optimal beroperasional, pelabuhan yang satu kesatuan dengan Kawasan Industri Jorong tersebut diyakini Imam dapat genjot masuknya investasi di kawasan industri yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini.

"Kami optimis dengan ada pelabuhan ini bisa memicu perkembangan Kawasan Industri Jorong," kata Imam saat dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Rabu (22/1/2020).

Walau akhirnya dapat difungsikan, realisasi Pelabuhan Pelaihari ternyata tidak dalam waktu yang pendek.

Menurut Imam, dari tahap perencanaan hingga akhirnya pelabuhan selesai dibangun memakan waktu kurang lebih 15 Tahun.

"Simpelnya memang karena uangnya kurang," kata Imam.

Selain itu, jika berbicara secara umum terkait Kawasan Industri Jorong, Imam mengakui lambatnya perkembangan kawasan ini yang ditandai belum agresifnya investor terjun ke Kawasan Industri Jorong disebabkan faktor biaya upah.

Dimana menurut Imam faktor tingginya upah minimum Provinsi dan Kabupaten di Kalsel dibanding daerah lain seperti di Pulau Jawa menjadi pengganjal masuknya investor ke Kawasan Industri Jorong.

Namun Ia berharap hal ini bisa berubah karena adanya daya tarik baru di kawasan ini dengan rampungnya Pelabuhan Pelaihari.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved