Berita Banjarmasin

Habib Aboebakar Soroti Oknum Densus 88 Antiteror Jual Senpi hingga KPK Kunjungi PTIK

Hal itu mendapat apresiasi dari Anggota Komisi III DPR RI Dapil Kalsel Habib Aboebakar Alhabsyi.

Penulis: Rendy Nicko | Editor: Eka Dinayanti
teropong senayan
Aboe Bakar Alhabsy 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hari ini Kamis (31/1/2020), Komisi III DPR RI melakukan rapat kerja dengan Kapolri.

Saat itu Kapolri menghadirkan tausiyah dari seorang ustadz sebelum menggelar Rapim.

Hal itu mendapat apresiasi dari Anggota Komisi III DPR RI Dapil Kalsel Habib Aboebakar Alhabsyi.

Menurut dia, Kapolri telah membuat suasana baru saat pembukaan Rapim Polri.

"Ini adalah langkah baik sebagai bentuk implementasi pancasila, yaitu sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Selain itu saya juga apresiasi pesan yang diberikan kapolri saat itu, yang meminta agar para aparat di lapangan, mengedepankan pendekatan humanisme saat menangani aksi unjuk rasa," ucapnya melalui rilis yang diterima banjarmasinpoat.co.id.

Dendam Mayangsari & Keinginannya Membunuh Diungkap ke Igun cs, Istri Bambang Trihatmodjo Ternyata?

RSUD dr H Moch Ansari Saleh Banjarmasin Kalimantan Selatan Siap Tangani Pasien Virus Corona

Kisah Viral Bocah SD Nangis, Ikut Lomba Lari 21 Km, Tapi Saat Juara Ternyata Tak Ada Hadiahnya

Meski begitu, Legislator Fraksi PKS DPR RI ini menilai ada beberapa catatan untuk Kapolri.

Dimulai dari persoalan SDM, Kompolnas menyampaikan selama tahun 2019 menerima 2.059 pengaduan yang kebanyakan yang berkaitan pelaksanaan tugas yang tidak profesional.

Ini menandakan masih banyaknya persoalan penyalahgunaan kewenangan oleh personel.

Misalkan saja dua kasus yang lagi menjadi atensi publik pada pekan-pekan terakhir.

"Ada Brigadir HH yang bertugas sebagai Banit Opsnal Subbid Surveillance Ditintelijen Densus 88 Antiteror Polri yang menjual Senpi ke sipil. Bayangkan, kok bisa sekelas personel intel dari Densus menjual Glock 17 ke sipil? Bagaimana ini bisa terjadi?" ucapnya heran.

Selain itu ada lagi soal SDM yang pada persidangan di PN Jakarta Pusat 20 Januari kemarin, Lutfi Alfiandi pembawa bendera saat demo STM yang fotonya viral, memberikan pengakuan di depan persidangan bahwa yang bersangkutan di setrum untuk mengakui melempar petugas dengan batu.

"Ini pengakuan diberikan di depan persidangan, tentunya harus mendapat atensi dari kita. Masak ngatasi anak STM demo saja pakai ditrum segala, Kenapa bisa terjadi seperti ini?" ceplos Habib Aboebakar Alhabsyi.

Selain SDM, pria yang akrab disapa Habib Aboe ini memberikan atensi soal Narkoba dan baginya ini persoalan serius.

Menurut dia, negara ini sudah darurat narkoba.

Sampai saat ini masih banyak zona merah di republik ini, yang harus diatensi oleh Polri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved