Ekonomi dan Bisnis

Bea Cukai Kalbagsel Undang Eksportir, Tarik DHE ke Dalam Negeri

Kakanwil DJBC Kalbagsel, HB. Wicaksono menginisiasi pertemuan para eksportir, Surveyor, Bank Indonesia, OJK, Dinas ESDM, dan KSOP

Bea Cukai Kalbagsel Undang Eksportir, Tarik DHE ke Dalam Negeri
istimewa/bea cukai
Petemuan para eksportir, Surveyor, Bank Indonesia, OJK, Dinas ESDM, dan KSOP 

BANJARMASIN POST.CO.ID  - Meningkatkan pertumbuhan perekonomian merupakan salah satu fungsi Bea dan Cukai. Apalagi ekspor paling besar di Kalsel selama ini dari batu bara, CPO, kayu lapis, karet dan lain-lain.

Memahami hal tersebut Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalbagsel, HB. Wicaksono menginisiasi pertemuan para eksportir, Surveyor, Bank Indonesia, OJK, Dinas ESDM, dan KSOP dalam Focus Group Discussion di Aula KPPBC TMP B Banjarmasin terkait implementasi PP No. 1/2019, PBI No. 21/3/2019 dan PMK No. 98/PMK.04/2019.

Berdasarkan peraturan tersebut, eksportir komoditas pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan wajib memasukkan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) ke dalam sistem keuangan Indonesia.

DHE SDA wajib dimasukan dalam bentuk simpanan di Rekening Khusus DHE SDA pada Bank Devisa, dan wajib dilaksanakan paling lama pada akhir bulan ketiga setelah bulan pendaftaran Pemberitahuan Ekspor barang.

Hinaan Aura Kasih ke Nagita Slavina Kembali Mencuat Seiring Heboh Body Shaming Teman Raffi Ahmad

Pabrik Uang Teddy, Suami Lina Bikin Hotman Paris Takjub, Setara dengan Sule si Ayah Rizky Febian?

Zainudin Terbangun Dengar Desarnya Aliran Air, Warga Juai Tanjung Saksikan Dapurnya Terendam

Asap Sempat Muncul dari Bangunan Dekat Gereja di Kota Banjarbaru

Kakanwil DJBC Kalbagsel, HB Wicaksono ditemui, Kamis (6/2/2020) mengungkapkan, tujuan aturan tersebut agar DHE SDA dapat menjadi sumber dana yang berkesinambungan bagi pembangunan ekonomi nasional yang memberikan kontribusi optimal serta dapat dimanfaatkan untuk mendukung terciptanya pasar keuangan yang lebih sehat dan dapat membantu menjaga kestabilan nilai Rupiah.

HB Wicaksono mengajak semua pihak berkomitmen bersama untuk mengimplementasikan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2019, menjadikan pemenuhan kewajiban tersebut sebagai salah satu cara untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan devisa ekspor dari sektor Sumber Daya Alam.

Roy Ramantho Manajer Kantor Perwakilan BI Kalsel, sebagai salah satu narasumber, selain memaparkan kewajiban eksportir untuk membuka rekening khusus juga memberikan konsultasi atas kendala dan permasalahan yang dialami eksportir terkait implementasi kewajiban DHE SDA tersebut.

Dengan forum diskusi seperti ini, diharapkan dapat terwujud kesepahaman bersama, para eksportir dapat mematuhi kewajiban DHE SDA sesuai ketentuan.

Di lingkup pengawasan, diharapkan terwujud sinergi antara Bea Cukai dengan Bank Indonesia dan OJK.

Siswa Terpaksa Diliburkan karena Madrasah Aliyah Al Kautsar Kabupaten Tanahbumbu Kebanjiran

Petugas Temukan Silet dan Sendok Besi di Kamar Tahanan Rutan Kelas II B Marabahan

Hinaan Aura Kasih ke Nagita Slavina Kembali Mencuat Seiring Heboh Body Shaming Teman Raffi Ahmad

Diharapkan penyampaian data dan informasi ketiganya dapat berlangsung secara taktis dan tepat waktu, agar segalanya dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah diamanatkan bersama.

Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas Kanwil DJBC Kalbagsel, Heny Rusindarti menambahkan, paling besar ekspor di daerah ini batu bara, CPO, kayu lapis, karet dan lain-lain.

"Sekitar 90 persen ekspor dari Kalsel adalah batubara. Inti rinciannya berapa per bulannya, datanya saya lupa," ujarnya. (banjarmasin post.co.id/syaiful Anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved