Berita Banjar

VIDEO Pedestrian di Depan Pasar Batuah Martapura Compang-camping

pejalan kaki yang kerap hilir mudik di kawasan Pasar Batuah, Martapura, Kabupaten Banjar, mengeluhkan kerusakan pedestrian

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kalangan pejalan kaki yang kerap hilir mudik di kawasan Pasar Batuah, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), mengeluhkan kerusakan pedestrian di kawasan jalan poros (A Yani) setempat yang kian compang-camping.

"Ngeri juga saat melintasinya karena kerusakannya makin parah saja di sana-sini, mulai berlubang-lubang juga. Apalagi kalau setelah hujan ngeri lagi karena licin," ucap Sahibul, warga Martapura, Jumat (7/2/2020).

Ia mengaku sering melintasi pedestrian di depan Pasar Batuah karena kerap berbelanja di paasar setempat dan pernah terpeleset akibat lumut yang menyelimuti sebagian beton penutup drainase setempat.

"Saya berharap Pemkab Banjar segera memperbaikinya karena sudah lumayan lama kondisinya rusak begini," harapnya.

VIRAL, Potongan Film Captain America Civil War Beredar, Ternyata Ray Sahetapy Benar-benar Syuting

Sakit Raffi Ahmad Dibahas Zaskia Sungkar & Irwansyah, Suami Nagita Slavina Habiskan Rp 15 Miliar?

2 Minggu Lalu Cuma Rp 70 Ribu, Sekarang Harga Cabai Merah Sentuh Rp 90.000 Per Kg di Tasikmalaya

Nasibnya Tak Jelas, Kini 1.162 Pegawai Honorer di Kotabaru Belum Terima Gaji Januari

Senada diutarakan Rahman, warga Jalan Menteriempat, Martapura.

"Saya sering sholat Jumat di Masjid Alkaromah dan selalu melewati pedestrian di depan Pasar Batuah itu. Memang membahayakan itu karena mulai rapuh penutup drainasenya yang juga menjadi jalur pejalan kaki. Saya waswas kalau melihat anak-anak melintasinya," tandasnya.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, kondisi fisik pedestrian setempat memang mengalami kerusakan. Beberapa keping beton penutup saluran drainase mulai retak.

Di antaranya bergeser posisinya dan bahkan di beberapa tempat memunculkan lubang menganga.

Trotoar yang berada di posisi terluar juga compang-camping bahkan di beberapa tempat nyaris tak terlihat lagi.

Akibatnya beton penutup drainase kehilangan penumpu (penopang) sehingga posoisinya tergeser dan enjlok lalu memunculkan lubang.

Sampah organik seperti dahan pohon penghijauan (palm) di kawasan itu juga tampak teronggok di atas penutup drainase sehingga mengganggu pejalan kaki. Bahkan pedestrian paling ujung dekat simpang empat traffic light, terdapat lubang menganga dan diesesaki sampah.

Video Tik Tok Syahrini Ada Sebelum Nikita Mirzani, Gisel & Luna Maya, Begini Aksi Istri Reino Barack

Gaji Pensiunan PNS 2020 Bulan Februari Tak Bisa Cair, Begini Penjelasan Dirut PT Taspen

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten Banjar Dr Galuh Tantri Narindra ST MT mengatakan penataan wajah kota, termasuk pedestrian di sepanjang Jalan A Yani, memang perlu dilakukan. Namun hal tersebut mesti disesuaikan dengan kemampuan anggaran.

"Intinya dalam melaksanakan pembangunan rujukannya skala prioritas sesuai hasil musrenbang. Kalau mengenai pembenahan pedestrian kota, itu nanti teknisnya oleh Dinas PUPR. Kalau memang kondisinya rusak dan membahayakan pejalan kaki, coba nanti kami sampaikan," tandasnya. (banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved