Berita Banjarbaru

Kadinkes Banjarbaru Ingatkan Ini Karena Kasus DBD Mulai Meningkat Per Pekannya

Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru mencatat, kasus Demam Berdarah Dangue yang ditemukan terus bertambah setiap pekannya.

Tayang:
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
banjarmasinpost.co.id/aprianto
ILUSTRASI - Aulia, pasien DBD, ditemani kakaknya, Kamis (6/2/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru mencatat, kasus Demam Berdarah Dangue yang ditemukan terus bertambah setiap pekannya mulai Januari 2020.

"Pada pekan pertama, nol kasus. Lalu, pekan kedua mulai ditemukan dua kasus. Setelah itu, pekan ketiga, dua kasus. Kemudian pada pekan keempat, semakin banyak, ada sembilan kasus yang kami temukan. Jadi, selama Januari, total ada 13 warga positif DBD," kata Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, Rizana Mirza, Minggu (9/2/2020).

Menurutnya, memasuki musim hujan DBD, memang perlu diwaspadai.

Sebab, dalam dua tahun terakhir kasusnya di Banjarbaru selalu mencapai 200 lebih.

"Tahun 2018 ada 269 kasus. Lalu tahun 2019 ada 355 kasus," urainya.

Dari tahun ke tahun, data penderita DBD terus terjadi di Kota Banjarbaru.

Demam Berdarah Mulai Teror Banjarmasin, Terduga DBD Capai 20 Anak

Dinsos dan BPBD Kalsel Beserta Kabupaten Kota Berbagi Peran Dirikan Dapur Umum di Kabupaten Tabalong

Kadisdik Berharap Tidak Terjadi Bajir Saat Pelaksanaan UNBK, Sekolah Diminta Gelar Doa Bersama

Kejanggalan Kematian Anak Finalis Indonesian Idol, Kuasa Hukum Karen Pooroe Sebut Nama Marshanda

Bukan Luna Maya! Dalang Perusak Rumah Tangga Syahrini & Reino Barack Disebut Wanita Indigo Ini

Dengan data yang fluktuatif. Pada 2019 terdapat 355 kasus penyakit DBD, 2018 ada 269 kasus, 2017 terdapat 56 kasus, pada 2016 ada 557 kasus dan pada 2015 ada 626 kasus.

Karena grafik yang meningkat pada pekan-pekan ini, Riza menyampaikan ke Puskesmas agar gencar melakukan penyuluhan dan sosialisasi pencegahan DBD.

"Termasuk sosialisasi menggunakan baliho, spanduk dan brosur, mengenai pencegahan DBD, sudah kami sebar ke puskesmas dan ke beberapa tempat. Mudah-mudahan dengan cara demikian, kasus DBD bisa ditekan," urainya.

Dia mengimbau supaya masyarakat turut melakukan pencegahan penyebaran virus DBD dengan cara melakukan gerakam 3M Plus, menguras/membersihkan tempat penampungan air, menutup rapat tempat-tempat penampungan air, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved