Berita Banjarmasin
Demam Berdarah Mulai Teror Banjarmasin, Terduga DBD Capai 20 Anak
Sampai Februari 2020 ini, ada warga terduga (demam dengue) penderita deman berdarah sebanyak 20 orang
Penulis: Edi Nugroho | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID - WARGA Banjarmasin perlu waspada di musim penghujan, terutama terhadap ancaman nyamuk deman berdarah.
Sampai Februari 2020 ini, ada warga terduga (demam dengue) penderita deman berdarah sebanyak 20 orang dan positif menderita deman berdarah sebanyak 8 orang.
“Iya dari sebanyak terduga 20 orang penderita deman berdarah dan sebanyak 8 penderita positif terkena deman berdarah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, Minggu (9/2/2020).
Ditambahkannya, untuk delapan kasus lokasi deman berdarah sudah dilakukan fogging.
Dengan delapan kasus positif deman berdarah ini, maka Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin sudah memberikan intruksi ke seluruh puskemas di Banjarmasin untuk memberikan edukasi ke masyarakat.
• VIDEO Pria Ini Rela Tertimpa Balok Gelagar Atap Demi Selamatkan Nenek Saat Puting Beliung Menerjang
• Picu Pergaulan Bebas, Sekolah di HSS Larang Siswa Rayakan Valentine’s Day
• Perceraian Inul Darastista & Adam Ditakutkan Rekan Seprofesi Via Vallen Itu Terjadi, Ini Sebabnya
• Bukan Luna Maya! Dalang Perusak Rumah Tangga Syahrini & Reino Barack Disebut Wanita Indigo Ini
“Melalui group wa dan surat edaran resmi seluruh puskemas di Kota Banjarmasin agar segera mengedukasi masyarakat agar mencegah dan mengantisipasi agar tidak bertambah korban deman berdarah,” katanya.
Diakui Machli, fogging atau pengasapan nyaman deman berdarah itu pada dasarnya hanya membunuh nyamuk dewasa saja, namun tidak membunuh jentik-jentik nyamuk. Untuk sangat penting pemberantasan nyamuk itu dilakukan lansung oleh masyarakat.
“Langkah paling efektif pemberantas jentik-jentik nyamuk itu dari warga langsung,” katanya.
Ditambahkannya, ancaman deman berdarah itu lebih berbahaya dari virus corona. Untuk 20 orang terduga kasus deman berdarah dan 8 orang positif terkena deman berdarah itu rata-rata anak-anak dari usia 5 sampai 12 tahun.
“Anak-anak sangat rentan terhadap ancaman deman berdarah,” katanya.
• Warga di Desa Serdangan Tanahbumbu Bertahan di Rumahnya yang Terendam
• Perkawinan Agnez Mo Ditanyakan Najwa Shihab, Ini Jawaban Menohok Mantan Wijin & Deddy Corbuzier
• Setelah Menyalahkan Kelelawan & Ular, Terbaru China Tuduh Trenggiling Sebagai Penyebar Virus Corona
Menurutnya, hal terpenting yang perlu dilakukan masyarakat, yakni kubur kaleng bekas, tutup penampungan air, kuras bak mandi secara rutin, tidur pakai kelambu, dan pakai lotion untuk menghidari gigitan nyamuk.
“Memakai kelambu saat tidur merupakan cara konvesional, tapi justru paling efektif dan tidak mempunyai efek samping,” katanya. (banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)