Berita HSS

Picu Pergaulan Bebas, Sekolah di HSS Larang Siswa Rayakan Valentine’s Day

Beberapa sekolah menyatakan, sudah menyampaikan larangan tersebut ke para siswanya. Seperti dilakukan SMKN Daha Selatan.

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/net
Ilustrasi-Penolakan Valentine Day di Surabaya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Bulan Februari para remaja di kota-kota besar biasanya latah merayakan Valentine’s Day, atau hari berkasih sayang. Selain berbagai hadiah istimewa, biasanya juga dijadikan ajang anak muda untuk berduan dengan pasangan atau kekasihnya.

Namun, hal tersebut dilarang dilakukan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, khususnya bagi para siswa di sekolah-sekolah.

 Beberapa sekolah menyatakan, sudah menyampaikan larangan tersebut ke para siswanya. Seperti dilakukan SMKN Daha Selatan. Meski sekolah tersebut berada di kota kecamatan, namun antisipasi telah dilakukan pihak sekolah.

“Kepsek sudah lama melarang merayakan valantin’s day. Biasanya Dinas Pendidikan juga mengeluarkan imbauan untuk tak merayakannya,”ungkap Sarbini, salah satu guru di SMKN Daha Selatan, dihubungi banjarmasinpost.co.id,  Minggu (9/2/2020) .

TKA dari Hunan China Ditemukan Tewas Membusuk di Lokasi Proyek Meikarta, Masih Pakai Masker

Perkawinan Agnez Mo Ditanyakan Najwa Shihab, Ini Jawaban Menohok Mantan Wijin & Deddy Corbuzier

VIDEO Megahnya Arsitektur Masjid Agung Al Mukarram Amanah Kualakapuas

Setelah Menyalahkan Kelelawan & Ular, Terbaru China Tuduh Trenggiling Sebagai Penyebar Virus Corona

 Menurut Sarbini, aturan tersebut sudah lama diberlakukan sekolah, dan berlaku tiap tahun. Mengapa dilarang? DIjelaskan, valentine,s day tak sesuai budaya daerah HSSyang agamis, menganut nilai-nilai agama, khususnya Islam.

Selain itu, budaya luar tersebut identik dengan pasangan yang berpacaran, sehingga perlu dicegah hal-hal yang berdampak negative dan berpotensi merusak nilai-nilai kesusilaan.

 Mengenai sanksi bagi siswa yang melanggar,atau ketahuan merayakan valentive, baik di sekolahmaupun diluar sekolah, jelas Sarbini, pihak sekolah bakal memberikan sanksi atau hukuman. Bahkan jika kesalahan fatal, misalnya mencemarkan nama baik sekolah, sanksinya bisa tak bisa naik kelas.

Bisa pula diminta pindah sekolah atau sanksi terberat diberhentikan. “Aturan itu sudah disosialisasikan ke para siswa dan orangtua. Sejauh ini tak ada yang kedapatan melanggar,”katanya.

 Larangan merayakan valentine,s day juga diterapkan sekolah favorit,  yaitu SMAN 1 Kandangan. Kepala SMKN 1 Kandangan, Herniyati Handayani mengatakan, larangan tersebut berlaku tiap tahun, dan sudah lama diberlakukan sekolah.

Untuk pengawasan, dilakukan oleh bagian kesiswaaan, dan dipantau melalui sosial media.

“Karena biasanya kegiatan anak-anak sekarang segala aktifitasnya bisa dipantau lewat Medsos,”kata Kepsek.

 Seperti halnya SMKN Daha Selatan, pelarangan dilakukan dengan alasan tak sesuai budaya masyarakat HSS yang menganut nilai-nilai agama.

Selain itu, berpotensi melakukan pergaulan bebas, yang tentu saja berdampak negatif terhadap para remaja.

Mengenai sanksi jika ada yang melanggar, baik di lingkungan sekolah mauapun luar sekolah, menurut Herniyati sesuai dengan tata tertib yang berlaku di sekolah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved